Hakim Nyatakan Wakil Rektor III UNIVED Bersalah Memukul

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIDANG: Sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang menjerat Wakil Rektor III Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu, Yode Arliando, telah digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu, (Jumat, 22 Mei 2026)-- FOTO:  Handi//MBG.

SIDANG: Sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang menjerat Wakil Rektor III Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu, Yode Arliando, telah digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu, (Jumat, 22 Mei 2026)-- FOTO: Handi//MBG.

BENGKULUBAROMETER.COM – Putusan sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap Wakil Rektor III Universitas Dehasen Bengkulu, Yode Arliando, memantik sorotan publik. Meski hakim menyatakan Yode terbukti melakukan pemukulan, namun ia tidak dijatuhi hukuman pidana dengan alasan menjalankan tugas sesuai ketentuan undang-undang.

Keputusan tersebut langsung memunculkan kritik tajam dari berbagai kalangan. Sebab, seorang pejabat kampus dinilai seharusnya mengedepankan pendekatan edukatif dan dialog, bukan tindakan fisik yang berujung di meja hijau.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu pada Jumat, 22 Mei 2026 dipimpin hakim Tunggal itu menyatakan Yode terbukti melakukan pemukulan. Namun, majelis hakim menggunakan Pasal 54 KUHP yang menyebut seseorang tidak dapat dipidana apabila menjalankan tugas berdasarkan undang-undang.

Baca Juga :  Sidang Korupsi PLTA Musi Ungkap Selisih Harga AVR Rp6 Miliar, dari Rp15 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Kuasa hukum Yode Arliando, Widya Timur, mengatakan kliennya saat itu menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor III yang bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban kampus.

“Tadi sudah didengar sama-sama, ini terbuka untuk umum. Di mana keputusan itu sesuai dengan Pasal 54 KUHP, bahwa Pak Yode menjalankan tugas sesuai undang-undang,” ujar Widya usai sidang.

Namun di sisi lain, publik mempertanyakan bagaimana mungkin tindakan pemukulan bisa dianggap bagian dari tugas akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai institusi pendidikan, kampus seharusnya menjadi tempat pembinaan moral dan intelektual mahasiswa. Banyak pihak menilai tindakan fisik justru memberi contoh buruk di dunia pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Widya mengakui majelis hakim menyatakan kliennya bersalah secara perbuatan. Akan tetapi, karena dilakukan dalam kapasitas tugas, maka tidak dijatuhi pidana.

“Dia dinyatakan bersalah dalam melakukan pemukulan, tapi tidak dipidana,” jelasnya.

Perkara ini juga disebut telah inkrah karena dalam kasus tipiring tidak ada upaya hukum banding.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik Bengkulu. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan kampus, terutama melibatkan pejabat akademik yang seharusnya menjadi teladan.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
Berita ini 156 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Berita Terbaru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak memperpanjang kontrak enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bengkulu

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:13 WIB