BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menangani jalan longsor yang terjadi di Kabupaten Lebong. Untuk mempercepat proses perbaikan, Pemprov Bengkulu tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, tetapi juga menggandeng TNI melalui program Karya Bakti yang dinilai efektif dalam menangani kerusakan infrastruktur di daerah.
Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan akses masyarakat yang terdampak longsor dapat segera kembali normal. Wakil Gubernur Bengkulu Mian bahkan turun langsung ke lokasi bersama Dandim 0409/Rejang Lebong guna melihat kondisi jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah dan TNI sepakat mempercepat proses kerja sama melalui penandatanganan kesepakatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Kesepakatan itu menjadi dasar pelaksanaan perbaikan jalan agar pengerjaan dapat segera dimulai tanpa harus menunggu proses yang terlalu panjang.
“Alhamdulillah, kemarin saya bersama Pak Dandim Rejang Lebong meninjau jalan yang longsor di Lebong. Dalam waktu dekat akan ditandatangani kesepakatan,” kata Mian, Senin (1/6/2026).
Menurut Mian, kehadiran TNI melalui program Karya Bakti menjadi solusi yang sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani kerusakan infrastruktur, terutama pada kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Ia menilai kemampuan personel TNI dalam bekerja di lapangan, ditambah semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas program Karya Bakti, akan mempercepat proses pemulihan akses masyarakat yang terganggu akibat longsor.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI karena melalui program Karya Bakti pekerjaan ini bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Jalan yang mengalami longsor tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga mobilitas warga dapat terganggu dalam jangka waktu yang cukup lama.
Karena itu, Pemprov Bengkulu memilih langkah kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak agar proses penanganan tidak berjalan lambat. Selain dukungan TNI, pemerintah juga mengapresiasi dukungan Forkopimda yang selama ini ikut membantu percepatan pembangunan di berbagai wilayah Bengkulu.
Mian menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah semata. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak agar permasalahan yang muncul di lapangan dapat segera diselesaikan.
“Semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan, terutama ketika daerah menghadapi kondisi darurat seperti bencana longsor,” Katanya
Program Karya Bakti sendiri selama ini telah terbukti mampu membantu pembangunan berbagai fasilitas publik di sejumlah daerah. Melalui program tersebut, pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu cukup lama dapat diselesaikan lebih cepat karena melibatkan tenaga personel TNI bersama masyarakat.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









