Lahan Hampir 10 Hektare Dipersoalkan, Pemprov Bengkulu Pastikan Sekolah Rakyat Jalan Terus

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Status lahan hampir 10 hektare dibahas, Pemprov Bengkulu pastikan pembangunan Sekolah Rakyat tetap berjalan demi pendidikan anak miskin.

Status lahan hampir 10 hektare dibahas, Pemprov Bengkulu pastikan pembangunan Sekolah Rakyat tetap berjalan demi pendidikan anak miskin.

BENGKULUBAROMETER – Isu status lahan tak menyurutkan langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu. Di tengah berbagai pandangan masyarakat terkait lahan seluas hampir 10 hektare di Kelurahan Sukarami yang masih dianggap sengketa itu. Namun pemerintah memastikan proyek pendidikan strategis ini tetap berjalan.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, usai memimpin rapat pembahasan status lahan pada Rabu (14/1). Menurut Herwan, pemerintah memilih jalur dialog dan hukum agar tidak menimbulkan konflik sosial.

“Semua pihak punya hak bicara. Kami dengarkan, kami pelajari, lalu kami selesaikan sesuai aturan. Yang terpenting, pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak boleh terhambat,” ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberi akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di Bengkulu, program ini menjadi harapan baru bagi ratusan anak yang selama ini terancam putus sekolah.

Baca Juga :  Bukti Keseriusan Berantas Korupsi, 3 Tahun Berturut Ditreskrimsus Polda Bengkulu Raih Peringkat 1 Nasional

Lahan yang menjadi fokus pembahasan memiliki luas 93.720 meter persegi dan telah melalui proses pematangan awal. Pemerintah menyebut titik nol pembangunan bahkan sudah ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, menandakan kesiapan teknis proyek.

Dalam rapat tersebut, perwakilan BKAD menjelaskan kronologis penguasaan lahan dari sisi administrasi aset daerah. Sementara itu, unsur masyarakat menyampaikan aspirasi serta dokumen pendukung yang mereka miliki.

Herwan menegaskan, pemerintah tidak akan mengambil jalan pintas. Penyelesaian akan ditempuh melalui mekanisme hukum, termasuk verifikasi dokumen dan koordinasi dengan lembaga terkait.

Target pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu tetap dipatok selesai tahun ini. Pemerintah berharap seluruh persoalan lahan dapat diselesaikan seiring berjalannya tahapan pembangunan.

Baca Juga :  Dari Taiwan hingga Jepang, 5 PMI Asal Bengkulu Meninggal Dunia Sepanjang 2024–2026

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama gratis dari jenjang SD hingga SMA. Seluruh biaya pendidikan, konsumsi, hingga perlengkapan siswa ditanggung negara melalui APBN, dengan dukungan sektor swasta.

Saat ini, kegiatan belajar-mengajar SRMA 6 Kota Bengkulu masih berlangsung di Sentra Dharma Guna Bengkulu, UPT Kementerian Sosial RI. Meski bersifat sementara, proses pendidikan telah berjalan sejak tahun ajaran 2025.

Keunggulan Sekolah Rakyat terletak pada pendekatan pembelajaran yang adaptif. Guru didorong memahami latar belakang sosial siswa, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pemulihan kepercayaan diri dan pembentukan karakter.

Jika berhasil, Sekolah Rakyat Bengkulu diharapkan menjadi model nasional bagaimana konflik lahan dapat diselesaikan tanpa mengorbankan kepentingan masa depan anak-anak bangsa.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru