BENGKULUBAROMETER – Pergantian pimpinan di Polda Bengkulu bukan sekadar pergantian jabatan. Bagi sebagian masyarakat Bengkulu, berakhirnya masa tugas Irjen Pol Mardiyono sebagai Kapolda Bengkulu meninggalkan cerita yang sulit dilupakan.
Selama kurang lebih 15 bulan memimpin Polda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono dikenal bukan hanya sebagai pemimpin institusi kepolisian, tetapi juga sosok yang dekat dengan masyarakat. Banyak warga mengenangnya sebagai “Sang Pengayom”, julukan yang lahir dari berbagai program sosial yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil.
Lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 21 Maret 1969, Mardiyono merupakan lulusan Akpol 1991 dan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun bagi warga Bengkulu, yang paling membekas bukanlah rekam jejak kariernya, melainkan kepeduliannya terhadap masyarakat.
Salah satu program yang paling dikenang adalah bedah rumah bagi warga kurang mampu. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan BAZNAS, REI, Pelindo, serta didukung gerakan sosial Sriduri atau Setiap Hari Dua Ribu yang berasal dari sedekah personel Polda Bengkulu.
Melalui program itu, banyak rumah tidak layak huni berubah menjadi tempat tinggal yang nyaman dan layak bagi penghuninya. Tak hanya itu, dana Sriduri juga digunakan untuk membantu biaya pengobatan warga, santunan bagi personel Polri yang membutuhkan, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
Ketua Umum Ojol Kamtibmas Bengkulu, Raka Dewangga, mengaku banyak merasakan manfaat dari berbagai program sosial yang digagas Mardiyono.
Menurutnya, hampir setiap bulan para pengemudi ojek online mendapatkan bantuan sosial maupun layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan Polda Bengkulu.
“Pak Mardiyono orangnya ramah, lembut, tetapi tetap tegas. Banyak kegiatan sosial yang kami rasakan manfaatnya. Kehadirannya sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Bukan hanya komunitas ojek online, masyarakat penerima bantuan bedah rumah juga merasakan perubahan besar dalam hidup mereka.
Hartati, salah seorang penerima bantuan, mengaku rumah yang kini ditempatinya menjadi simbol perubahan hidup keluarganya.
Dengan suara bergetar, ia mengingat bagaimana kondisi rumahnya dahulu yang jauh dari kata layak.
“Sekarang kami bisa hidup lebih nyaman. Rumah kami layak ditempati. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Mardiyono,” katanya.
Kini Irjen Pol Mardiyono mendapat amanah baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP/2026 tertanggal 7 Mei 2026.









