BENGKULUBAEOMETER – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan penyesuaian biaya pendidikan pada tahun ajaran baru menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Provinsi Bengkulu selama Juli 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat inflasi Juli 2026 sebesar 0,23 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi Bengkulu mencapai 3,78 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Bengkulu, Reny Puspasari, mengatakan inflasi bulanan terutama ditopang oleh kelompok transportasi yang memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen.
“Untuk inflasi Juli 2026 secara bulanan mengalami peningkatan 0,23 persen, ditopang oleh andil pada kelompok transportasi. Transportasi memberikan andil sebesar 0,13 persen,” kata Reny, senin (03/08/2026).
Berdasarkan komoditas, bensin menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 0,10 persen. Menurut Reny, kenaikan tersebut dipengaruhi perubahan harga BBM, khususnya Pertamax.
“Untuk bensin, pada bulan Juli mengalami kenaikan. Pertamax mengalami kenaikan, walaupun diimbangi juga dengan penurunan Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun, kenaikan Pertamax lebih tinggi dibandingkan penurunan tadi,” jelasnya.
Selain bensin, daging ayam ras turut memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen.
Momentum tahun ajaran baru juga memengaruhi laju inflasi. Komoditas sekolah dasar memberikan andil sebesar 0,03 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.
Menurut Reny, penyesuaian biaya pendidikan terjadi pada sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga perguruan tinggi.
“Pada Juli 2026 ini tahun ajaran baru. Beberapa sekolah melakukan penyesuaian harga, baik di jenjang TK, SD, SMP, bahkan perguruan tinggi. Akan tetapi, yang memberikan andil inflasi paling besar adalah sekolah dasar,” ujarnya.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi yakni mainan anak sebesar 0,03 persen dan ikan tongkol atau ikan ambu-ambu sebesar 0,03 persen.
Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,19 persen dengan andil deflasi 0,07 persen terhadap inflasi Juli 2026.
Sementara itu, cabai merah menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar sebesar 0,11 persen. Disusul bawang merah 0,08 persen, telur ayam ras 0,03 persen, kopi bubuk 0,02 persen, serta emas perhiasan sebesar 0,02 persen.
Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga mengalami inflasi sebesar 1,84 persen, meski andilnya terhadap inflasi secara keseluruhan relatif kecil.









