BENGKULUBAROMETER — Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu masih menelusuri Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memberangkatkan Anggi Saputra Pranata (22), warga Desa Talang Donok, Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi Pekerja Migran Indonesia di Jepang.
Anggi meninggal dunia di Jepang setelah mengalami kecelakaan kerja, saat mengikuti program magang. Hingga kini, jenazah korban masih berada di Jepang.
Plh Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Henny Fathima, mengatakan Anggi tidak berangkat sebagai pekerja migran, melainkan mengikuti program magang melalui LPK yang berada di Banten.
“Keberangkatan ke Jepang ini melalui LPK yang berada di Banten. Berangkatnya melalui program magang, bukan kerja,” kata Henny saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Menurut Henny, Disnakertrans Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Disnaker Kabupaten Bengkulu Tengah untuk mengetahui LPK yang memberangkatkan Anggi.
“Disnaker Benteng juga masih menelusuri LPK yang ada di Banten itu LPK mana. Jadi kita masih berkoordinasi terus,” ujarnya.
Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Namun, status Anggi sebagai peserta magang membuat penanganannya berbeda dengan pekerja migran Indonesia.
Henny menyebut pihak LPK yang memberangkatkan peserta magang juga memiliki tanggung jawab terkait program tersebut. Karena itu, identitas dan peran LPK menjadi salah satu hal yang tengah ditelusuri pemerintah daerah.
Sementara itu, di Jepang, proses investigasi terhadap kecelakaan yang dialami Anggi masih berlangsung. Disnakertrans juga telah berkoordinasi dengan perkumpulan masyarakat Indonesia yang berada di Jepang.
Informasi sementara menyebutkan Anggi mengalami kecelakaan setelah terjatuh. Namun, pemerintah daerah masih menunggu hasil investigasi dari perusahaan di Jepang untuk mengetahui kronologi kejadian secara lebih lengkap.
“Masih dalam tahap investigasi di sana. Kita masih menunggu informasi dari Jepang,” terang Henny.
Diketahui, Anggi diketahui telah berada di Jepang selama sekitar satu tahun sebelum kecelakaan tersebut terjadi.
Henny menambahkan, belum ada kepastian kapan jenazah Anggi dapat dipulangkan ke Bengkulu. Pemerintah daerah masih menunggu perkembangan investigasi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Jepang.
“Jenazah masih di Jepang. Kita masih mencari informasi terus dan menunggu keputusan kapan bisa balik,” pungkasnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









