BENGKULUBAROMETER – Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat perhatian dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Seluma, Jonaidi, SP, MM. Ia menilai langkah tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini mendapat berbagai sorotan dari masyarakat.
Menurut Jonaidi, sebagai partai yang berada di tengah masyarakat, Gerindra banyak menerima laporan dan aspirasi terkait pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Sayangnya, berbagai laporan tersebut dinilai tidak mendapatkan respons maupun penyelesaian yang memadai dari pimpinan BGN sebelumnya.
“Kami menerima banyak masukan dari masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Harapan masyarakat sangat besar terhadap program ini, namun berbagai persoalan yang muncul di lapangan belum mendapatkan penyelesaian yang maksimal,” ujar Jonaidi.
Ia menjelaskan, Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
Karena itu, menurutnya, setiap kendala yang muncul dalam pelaksanaan program harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan merusak kepercayaan masyarakat.
Jonaidi mengatakan berbagai isu negatif yang beredar terkait pelaksanaan program MBG harus menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan baru BGN. Ia berharap penggantian kepala lembaga tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata dan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program di seluruh daerah.
“Kami berharap kepala BGN yang baru lebih terbuka terhadap laporan masyarakat dan cepat mengambil langkah penyelesaian. Program ini jangan sampai kehilangan kepercayaan publik karena tujuan awalnya sangat baik,” katanya.
Ia menegaskan, Gerindra Seluma mendukung penuh upaya Presiden Prabowo dalam melakukan pembenahan terhadap lembaga-lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program prioritas nasional.
Menurutnya, keberhasilan MBG akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami optimistis dengan adanya pimpinan baru, pelaksanaan MBG akan lebih baik, lebih terarah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Jonaidi.









