Beban Fiskal Membengkak, Belanja Pegawai Pemprov Bengkulu Tembus Rp930 Miliar per Oktober 2026

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan. -  (foto-handi//mbg

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan. - (foto-handi//mbg

BENGKULUBAROMETER – Porsi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu kembali menuai sorotan tajam. Hingga per 1 Oktober 2026, anggaran daerah yang tersedot untuk kebutuhan aparatur telah menembus angka Rp930 miliar lebih atau 73,91 persen dari total pagu sebesar Rp1,259 triliun.

Tinggi dan rigidnya angka ini memunculkan kekhawatiran terkait makin terimpitnya alokasi untuk program publik dan infrastruktur dasar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, mengonfirmasi tingginya realisasi belanja operasional tersebut.

“Untuk di 2026 sampai dengan per 1 Oktober, dari Rp1 triliun 259 miliar yang dialokasikan untuk belanja pegawai, itu sudah realisasi sebesar Rp930 miliar lebih atau sekitar 73,91 persen,” kata Tommy, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga :  Harga Sawit di Bengkulu Rp 1.500, Petani Khawatir Kebijakan Ekspor Satu Pintu Rugikan Rakyat

Ia menjelaskan bahwa sisa anggaran sebesar Rp300-an miliar yang masih tertahan di kas negara akan dialokasikan secara bertahap hingga penghujung tahun.

“Artinya masih ada lebih kurang 300-an miliar lagi yang kita masih menunggu transfer untuk pembayaran tahap berikutnya sampai Desember. Di situ ada gaji bulan November, Desember, dan TPP,” terangnya.

Sifat belanja pegawai yang bersifat konstan dan mengikat ini dinilai mengunci ruang gerak keuangan daerah, mengingat pencairannya telah memiliki siklus rutin yang tidak bisa dialihkan ke sektor produktif lain.

Baca Juga :  Jemaah Haji Bengkulu Sehat, Mian Sampaikan Kabar dari Tanah Suci Saat Iduladha

“Kalau untuk belanja pegawai itu ya kita mengikuti bulan. Jadi mengikuti kapan saatnya pembayaran kewajiban pemerintah kepada seluruh ASN yang ada di Pemprov. Ini termasuk untuk PNS, P3K penuh waktu, dan P3K paruh waktu,” tegas Tommy.

Membengkaknya postur belanja pegawai ini berbanding lurus dengan jumlah personel ASN di bawah naungan Pemprov Bengkulu yang saat ini menembus angka 10.000 orang lebih.

“Jumlah ASN kita lebih kurang 10.000 PNS, termasuk itu guru. Lalu P3K paruh waktu sekitar 4.000-an orang, dan yang penuh waktu juga sekitar 4.000-an. Jadi totalnya hampir 10.000 lebih untuk Pemprov saja,” pungkas Tommy.

Berita Terkait

Usut Dana Hibah Pilkada 2024, Kejari Mukomuko Bawa Lima Boks Barang dari Kantor KPU
Herwan Antoni Ajak Masyarakat Donor Darah, Setetes Darah Selamatkan Nyawa
Video TikTok Tembus 200 Ribu Tayangan, Ellys Febryyanty Somasi Pemilik Akun @varo_337
Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera
Tiga ASN Kepahiang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Kerugian Negara Rp1,6 Miliar
Dinkes Bengkulu Ingatkan Ancaman DBD saat Musim Hujan
Kasus Fee Proyek Ijon, Eks Bupati Rejang Lebong Dituntut 5 Tahun Penjara
Pemkab Kaur Pastikan Keluarga putra yang Meninggal di Taiwan Dapat Bantuan Duka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Usut Dana Hibah Pilkada 2024, Kejari Mukomuko Bawa Lima Boks Barang dari Kantor KPU

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Herwan Antoni Ajak Masyarakat Donor Darah, Setetes Darah Selamatkan Nyawa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Video TikTok Tembus 200 Ribu Tayangan, Ellys Febryyanty Somasi Pemilik Akun @varo_337

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Tiga ASN Kepahiang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Kerugian Negara Rp1,6 Miliar

Berita Terbaru