Dana Hibah untuk KKT Rp20 Juta, KKT Andalkan Sumbangan Bazar Tabut

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pelaksanaan ritual budaya Tabut 2026 di Bengkulu masih menghadapi keterbatasan anggaran. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pariwisata (Dispar) hanya mampu mengalokasikan bantuan sebesar Rp25 juta untuk mendukung penyelenggaraan tradisi tahunan tersebut akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Provinsi Bengkulu, Alpha Halim, mengatakan dari total anggaran yang disiapkan, sebesar Rp20 juta diperuntukkan bagi Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) sebagai pelaksana ritual, sedangkan Rp5 juta dialokasikan untuk Kerukunan Tabut Budaya (KETAB).

Menurut Alpha, nominal tersebut sebenarnya jauh dari kebutuhan riil karena rangkaian ritual Tabut berlangsung selama 10 hari dengan berbagai kegiatan adat yang harus dilaksanakan.

“Kalau dirinci sebenarnya tidak akan cukup karena ritual itu berlangsung selama 10 hari. Tapi kemampuan keuangan daerah saat ini seperti itu, sehingga mereka harus menyesuaikan atau mencari sumber pendanaan lain,” kara Alpha, Jumat (05/06/2026).

Ia menjelaskan, kondisi serupa juga dirasakan KETAB yang selama ini sering mendapatkan dukungan tambahan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terutama untuk pembuatan tabut. Namun pada tahun ini bantuan tersebut belum tentu dapat diberikan karena keterbatasan anggaran pemerintah.

Baca Juga :  Wagub Mian Tegur Keras PKS yang Abaikan Kesepakatan Harga Sawit, PT BMK Jadi Sorotan

Meski demikian, Alpha menilai baik KKT maupun KETAB selama ini tetap mampu menjalankan perannya dalam menjaga dan melestarikan tradisi Tabut yang telah menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik wisata Provinsi Bengkulu.

Ke depan, pemerintah berharap penyelenggara dapat lebih kreatif memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ritual Tabut sebagai peluang ekonomi yang dapat membantu pembiayaan kegiatan.

“Ritual Tabut sebenarnya memiliki daya tarik wisata yang besar. Saat tabut tebuang misalnya, ribuan orang menyaksikan iring-iringan dari Lapangan Merdeka menuju Karbela. Kalau itu bisa dikemas lebih kreatif, tentu berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi penyelenggara maupun masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KKT Bengkulu, Achmad Syafril, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menerima realisasi bantuan Rp20 juta yang telah diinformasikan akan diberikan oleh pemerintah daerah.

“Kami belum dapat Rp20 juta itu, realisasinya belum. Memang kami sudah tahu ada anggaran Rp20 juta untuk KKT, tetapi sampai sekarang belum ada panggilan lagi terkait pencairannya,” tutur Achmad.

Baca Juga :  Enam Guru Besar Baru Dikukuhkan, Pemprov Bengkulu Dorong UNIB Perkuat Inovasi untuk Daerah

Ia menegaskan, kebutuhan biaya pelaksanaan ritual Tabut jauh lebih besar dibandingkan bantuan yang dijanjikan. Apalagi pada puncak perayaan 10 Muharam terdapat tiga titik pemberhentian utama, yakni di kawasan Tabut Bangsal, Pondok Juanda, dan Karbela yang membutuhkan dukungan operasional tersendiri.

Menurutnya, untuk menutupi kebutuhan tersebut, KKT telah mengajukan permohonan bantuan kepada berbagai pihak di luar pemerintah daerah. Namun hingga kini belum diketahui hasil dari pengajuan tersebut.

Sebagai sumber pendanaan yang sudah pasti diterima, KKT mengandalkan dana kontribusi dari Bazar Tabut dalam rangka Festival Tabut 2026. Dari kegiatan itu berhasil terkumpul sekitar Rp34 juta yang kemudian dibagikan untuk mendukung pelaksanaan ritual.

“Yang jelas yang sudah kami terima itu dari Bazar Tabut, terkumpul sekitar Rp34 juta. Itu yang sudah dibagi dan dimanfaatkan untuk kegiatan. Sedangkan yang Rp20 juta dari pemerintah sampai sekarang belum diterima,” tutupnya.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat
Jurnalis Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas, Desak Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda
Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 18:51 WIB

Pelindo Benahi Jalan Pelabuhan Bengkulu, Jalur Logistik Diperkuat

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

Jurnalis Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas, Desak Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Berita Terbaru