BENGKULUBAROMETER – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., meminta pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap 104 sekolah di Bengkulu yang telah direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.
Permintaan itu disampaikan Destita dalam Rapat Konsultasi Komite III DPD RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).
Destita menjelaskan, 104 sekolah tersebut telah mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah kabupaten dan kota sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami dari Bengkulu membawa daftar 104 sekolah yang sudah direkomendasikan untuk direvitalisasi. Semua sekolah itu telah mengajukan permohonan melalui pemerintah daerah masing-masing,” kata Destita.
Menurut Destita, revitalisasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi bangunan dan fasilitas belajar sangat memengaruhi kualitas pendidikan. Sekolah yang layak akan menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa dan mendukung kinerja para guru.
“Bangunan sekolah yang aman dan fasilitas yang memadai sangat menentukan proses belajar mengajar. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, guru juga bisa mengajar dengan maksimal,” ujarnya.
Destita juga memastikan seluruh dokumen administrasi dan persyaratan teknis telah disampaikan kepada Sekretariat Komite III DPD RI. Dengan kelengkapan tersebut, ia berharap proses verifikasi di Kemendikdasmen dapat berjalan lebih cepat.
“Kami berharap sekolah-sekolah yang sudah direkomendasikan ini bisa menjadi prioritas. Ini penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan layanan pendidikan di Bengkulu,” tegasnya.
Selain berdampak pada dunia pendidikan, Destita menilai program revitalisasi sekolah juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proyek perbaikan sekolah akan menyerap tenaga kerja lokal dan melibatkan pelaku usaha kecil dalam penyediaan material bangunan.
“Program ini bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Tukang bangunan bekerja, UMKM ikut terlibat, sehingga ada perputaran ekonomi di daerah,” kata Destita.
Berdasarkan paparan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, program revitalisasi sekolah dengan skema swakelola terbukti mendorong pemerataan ekonomi karena tersebar hingga ke ribuan kecamatan di seluruh Indonesia. Program ini dinilai efektif menjangkau daerah pedalaman dan wilayah yang masih tertinggal.
Destita menegaskan Komite III DPD RI akan terus mengawal pelaksanaan program revitalisasi sekolah agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan program ini tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh siswa, guru, dan masyarakat Bengkulu secara luas,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap revitalisasi sekolah di Bengkulu menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.









