Destita Khairilisani Dorong Integrasi Layanan Kesehatan Haji dan Penguatan Kesehatan Mental di Bengkulu

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Destita Khairilisani menggelar diskusi lintas sektor di Bengkulu membahas kesiapan pelayanan kesehatan jemaah haji dan penguatan implementasi Undang-Undang Kesehatan Mental demi layanan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Anggota DPD RI Destita Khairilisani menggelar diskusi lintas sektor di Bengkulu membahas kesiapan pelayanan kesehatan jemaah haji dan penguatan implementasi Undang-Undang Kesehatan Mental demi layanan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

BENGKULUBAROMETER – Isu kesehatan jemaah haji dan penguatan layanan kesehatan mental menjadi sorotan dalam sebuah diskusi yang digelar Anggota DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., di Kota Bengkulu, Jumat (27/2). Dalam forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan itu, Destita menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor yang solid dan berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menghadirkan perwakilan BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu, serta unsur satuan pendidikan. Pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan mengenai kesiapan daerah dalam menghadapi musim haji sekaligus implementasi Undang-Undang Kesehatan, khususnya terkait kesehatan mental.

Destita menegaskan, persiapan keberangkatan haji tidak semata-mata berbicara soal kelengkapan administrasi dan manasik. Lebih dari itu, aspek kesehatan fisik dan mental jemaah harus menjadi perhatian utama sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

“Persiapan haji tidak hanya soal administrasi dan manasik, tetapi juga kesiapan fisik dan mental jemaah. Kolaborasi ini penting agar pelayanan lebih terintegrasi,” ujar Destita dalam diskusi tersebut.

Menurut dia, jemaah haji asal Bengkulu didominasi kelompok usia lanjut yang memiliki risiko penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung. Kondisi tersebut membutuhkan pengawasan dan pengendalian yang ketat agar tidak menimbulkan komplikasi saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga :  Pemkab Bengkulu Tengah Dorong Kerja Sama Pendidikan Pesantren untuk Penguatan SDM

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu memaparkan bahwa skrining kesehatan bagi calon jemaah haji telah dilakukan secara bertahap melalui fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Pemeriksaan meliputi identifikasi penyakit kronis, evaluasi kebugaran, hingga rekomendasi kelayakan terbang. Sementara itu, BPJS Kesehatan menjelaskan mekanisme pembiayaan layanan kesehatan yang dapat diakses peserta, termasuk dalam proses pemeriksaan dan pengobatan sebelum keberangkatan.

Di sisi lain, pihak Kementerian Agama Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya sinkronisasi data antara instansi agar tidak terjadi tumpang tindih informasi terkait status kesehatan jemaah. Data yang akurat dinilai menjadi kunci untuk memastikan pelayanan berjalan efektif.

Tak hanya membahas haji, diskusi tersebut juga menyoroti implementasi Undang-Undang Kesehatan Mental. Destita menilai isu kesehatan mental masih kerap dipandang sebelah mata, padahal dampaknya sangat luas, mulai dari lingkungan keluarga hingga dunia pendidikan.

Ia menggarisbawahi pentingnya penguatan layanan promotif dan preventif di daerah. Upaya deteksi dini, edukasi publik, serta pengurangan stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa harus menjadi agenda bersama.

Baca Juga :  Digerebek Polisi, Judi Berkedok Pasar Rakyat di Curup Dibubarkan Warga dan Aparat

Perwakilan RSJKO Bengkulu menyampaikan bahwa kasus gangguan mental di masyarakat sering kali terlambat ditangani karena minimnya kesadaran dan akses layanan. Oleh sebab itu, sinergi dengan sekolah dan puskesmas menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan skrining awal.

Destita berharap, hasil diskusi ini tidak berhenti pada tataran wacana. Ia berkomitmen membawa berbagai masukan tersebut sebagai bahan rekomendasi kebijakan di tingkat pusat, khususnya dalam penguatan regulasi dan dukungan anggaran.

“Kita ingin masyarakat Bengkulu mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan. Sinergi yang dibangun hari ini harus diterjemahkan menjadi langkah nyata,” katanya.

Menurut Destita, tantangan pelayanan kesehatan ke depan akan semakin kompleks. Mobilitas masyarakat yang tinggi, peningkatan angka penyakit tidak menular, serta persoalan kesehatan mental memerlukan respons kebijakan yang adaptif.

Diskusi ini menjadi cerminan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam membangun sistem kesehatan daerah yang tangguh. Dengan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga layanan kesehatan, hingga satuan pendidikan, diharapkan Bengkulu mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi—baik untuk jemaah haji maupun masyarakat secara umum.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 6,8 Miliar, Latifah Mantan Admin Keuangan Diadili
DPRD Bengkulu Minta PKS Naikkan Harga TBS Sesuai Ketetapan Pemerintah
DPRD Sidak RSUD M. Yunus, Teuku Zulkarnain Soroti Fasilitas dan Utang Obat Rp60 Miliar
Satpol PP Amankan Belasan Remaja Putri di Pantai Panjang
Alur Pulau Baai Membaik, 206 Pelayaran Bengkulu–Enggano Berjalan Lancar Selama 6 Bulan
Festival Tabut 2026 Jadi Mesin Ekonomi Rakyat, UMKM Bengkulu Siap Panen Pengunjung
Babinsa Koramil Lais Kawal Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Pagaruyung, Akses Warga Segera Makin Lancar
BPJS Kesehatan Bengkulu Tunjukkan Komitmen, Rumah Sakit Dibayar Tepat Waktu Sesuai Aturan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:41 WIB

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 6,8 Miliar, Latifah Mantan Admin Keuangan Diadili

Senin, 8 Juni 2026 - 18:57 WIB

DPRD Bengkulu Minta PKS Naikkan Harga TBS Sesuai Ketetapan Pemerintah

Senin, 8 Juni 2026 - 18:39 WIB

DPRD Sidak RSUD M. Yunus, Teuku Zulkarnain Soroti Fasilitas dan Utang Obat Rp60 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 18:00 WIB

Satpol PP Amankan Belasan Remaja Putri di Pantai Panjang

Senin, 8 Juni 2026 - 17:44 WIB

Alur Pulau Baai Membaik, 206 Pelayaran Bengkulu–Enggano Berjalan Lancar Selama 6 Bulan

Berita Terbaru

Bengkulu

Satpol PP Amankan Belasan Remaja Putri di Pantai Panjang

Senin, 8 Jun 2026 - 18:00 WIB