DPRD Sidak RSUD M. Yunus, Teuku Zulkarnain Soroti Fasilitas dan Utang Obat Rp60 Miliar

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 18:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD M. Yunus Bengkulu, Senin (8/6/2026). Sidak tersebut difokuskan pada Gedung Irna Fatmawati untuk melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan serta fasilitas yang digunakan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Teuku meninjau sejumlah ruangan perawatan pasien dan fasilitas penunjang pelayanan. Dari hasil pemantauan di lapangan, ia mengakui kondisi gedung sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun, masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi oleh pihak rumah sakit.

Menurut Teuku, Gedung Irna Fatmawati yang sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat kebocoran kini telah kembali digunakan untuk melayani pasien. Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar pelayanan yang diharapkan.

“Dulu gedung ini benar-benar tidak bisa dipakai karena bocor dan rusak. Sekarang memang sudah diperbaiki dan mulai berfungsi kembali, tetapi masih ada beberapa kekurangan yang perlu segera disempurnakan,” kata Teuku saat berada di lokasi.

Ia menegaskan DPRD Provinsi Bengkulu akan terus mengawasi proses pembenahan yang dilakukan RSUD M. Yunus. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga setiap persoalan yang berpotensi mengganggu pelayanan harus segera diselesaikan.

Baca Juga :  Danramil Ketahun Kawal Langsung Pembangunan Jembatan Desa Kualalangi, Fokus Keamanan dan Target Pekerjaan

Teuku mengatakan dukungan anggaran dan kebijakan dari pemerintah maupun DPRD harus diimbangi dengan keseriusan manajemen rumah sakit dalam melakukan perbaikan. Ia mengingatkan agar pembenahan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyentuh tata kelola dan kualitas pelayanan kepada pasien.

“Kalau memang ingin maju, harus dibuktikan dengan kerja nyata. Jangan sampai pemerintah dan DPRD terus memberikan dukungan, tetapi perbaikan di lapangan tidak berjalan maksimal,” tegasnya.

Selain menyoroti kondisi fasilitas rumah sakit, Teuku juga kembali mengangkat persoalan utang pengadaan obat yang hingga kini masih menjadi beban RSUD M. Yunus. Berdasarkan data yang diterimanya, nilai utang tersebut mencapai sekitar Rp60 miliar.

Menurutnya, persoalan tersebut harus segera mendapatkan solusi agar tidak berdampak pada ketersediaan obat maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini bukan angka yang kecil. Utang sekitar Rp60 miliar untuk pengadaan obat harus segera dicarikan jalan keluarnya. Harus ada kejelasan apakah akan dicicil atau menggunakan skema penyelesaian lain supaya pelayanan pasien tidak terganggu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolres hingga Kabid Humas Bergeser, Ini Daftar Lengkap Mutasi Pejabat Polda Bengkulu

Teuku menilai penyelesaian utang menjadi salah satu langkah penting dalam upaya memperbaiki kondisi rumah sakit secara menyeluruh. Jika persoalan keuangan tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan memengaruhi operasional rumah sakit dalam jangka panjang.

Hasil sidak tersebut, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi DPRD Provinsi Bengkulu dalam melihat sejauh mana komitmen manajemen RSUD M. Yunus menjalankan perbaikan yang selama ini dijanjikan.

DPRD, kata Teuku, mendukung penuh upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut. Namun dukungan itu harus dibarengi dengan langkah konkret dari pihak rumah sakit untuk memperbaiki fasilitas, tata kelola, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Karena itu, setiap kekurangan yang masih ditemukan harus segera dibenahi agar kepercayaan masyarakat terhadap RSUD M. Yunus semakin meningkat,” tutupnya.

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB