GMNI dan HMI Bengkulu Bersatu, Desak Usut Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Oleh Warek 3 Universitas Dehasen

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Suasana demokrasi kampus di Universitas Dehasen Bengkulu mendadak memanas. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bengkulu bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan terhadap kader mereka saat pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) di lingkungan kampus.

Insiden yang terjadi di tengah momentum demokrasi mahasiswa itu disebut memicu solidaritas lintas organisasi kemahasiswaan di Bengkulu. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, dugaan tindakan kekerasan dilakukan menggunakan dua tongkat milik petugas keamanan kampus.

Ketua DPC GMNI Bengkulu, Restu Alam, menegaskan bahwa kekerasan dalam ruang demokrasi kampus tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, jika dugaan tersebut terbukti benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran etik internal.

Baca Juga :  Tokoh Papua Soroti Pentingnya Keamanan, Satgas Damai Cartenz Dinilai Beri Rasa Aman bagi Warga

“Kami bersama HMI menyatakan sikap tegas. Jika benar telah terjadi penganiayaan terhadap kader kami, maka ini bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan berpotensi masuk dalam ranah pidana dan akan kami proses secara hukum,” tegas Restu.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, Muhammad Bintang. Ia menilai kampus seharusnya menjadi ruang intelektual dan demokratis, bukan tempat terjadinya intimidasi.

“HMI Cabang Bengkulu tidak akan tinggal diam apabila kader kami mendapatkan tindakan kekerasan. Kampus adalah ruang intelektual dan demokrasi, bukan tempat intimidasi atau represifitas. Kami siap menempuh jalur hukum bersama GMNI,” ujarnya.

Kedua organisasi mendesak pihak rektorat untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan kegiatan Pemira agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Dugaan Sajam dan Pengeroyokan di BlackRock Hotel Mercure, Pengawasan Hiburan Malam Dipertanyakan

Selain itu, GMNI dan HMI menyatakan siap mendampingi korban untuk membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum. Sikap bersama ini disebut sebagai komitmen menjaga marwah dunia pendidikan dan memastikan tidak ada praktik kekerasan yang dibiarkan terjadi di lingkungan kampus.

Bagi kedua organisasi, Pemira merupakan simbol demokrasi mahasiswa yang harus dijaga dengan semangat dialog dan adu gagasan, bukan dengan tindakan fisik. Mereka berharap persoalan ini dapat ditangani secara transparan dan profesional demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru