BENGKULU BAROMETER – Pihak Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu masih belum memberikan penjelasan terkait hasil sidang etik internal yang dilakukan kampus.
Saat ditemui di lingkungan kampus, Selasa (19/05/2026), Rektor Husaini enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait hasil sidang etik tersebut. Ia justru mengarahkan
untuk meminta konfirmasi kepada tim kuasa hukum maupun tim satgas pencari fakta kampus.
“Nanti tanya aja sama kuasa hukum atau tim satgasnya,” ujar Husaini singkat.
Tim Bengkulu Barometer kemudian mencoba menemui Ketua Tim Satgas Pencari Fakta, Arafat Hermana, di ruang Fakultas Hukum UNIVED. Namun, yang bersangkutan disebut sedang tidak berada di tempat karena sakit.
“Pak Arafatnya sedang tidak masuk, lagi sakit,” ujar salah satu staf di ruangan tersebut.
Tak berhenti di situ, Bengkulu Barometer juga mencoba menghubungi kuasa hukum pihak kampus, Widya Timur, guna meminta penjelasan terkait hasil sidang etik internal tersebut.
Namun, Widya mengaku tidak mengetahui hasil dari sidang etik yang dilakukan pihak internal kampus. Ia mengatakan dirinya hanya mendampingi salah satu pihak dan meminta agar konfirmasi langsung dilakukan kepada tim satgas pencari fakta.
“Ayuk hanya pendampingan Pak Yode aja, kalau untuk hasil dari sidang etik itu langsung konfirmasi dari Pak Arafat,” jelasnya.
Widya juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses maupun hasil sidang etik internal yang dilakukan oleh pihak kampus.
“Kalau itu tidak tahu nian, karena itukan hasilnya mereka, lah sudah ada kelopaknya dan ada timnya,” pungkasnya.









