Helikopter Siaga, Ratusan Personel Turun ke Pantai, Ancaman Megathrust Seakan Nyata

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMULASI: Simulasi besar penanganan bencana gempa megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di kawasan MD Land, Pantai Tapak Paderi. (JUMAT-17-04-2026)-- FOTO: HANDI//MBG.

SIMULASI: Simulasi besar penanganan bencana gempa megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di kawasan MD Land, Pantai Tapak Paderi. (JUMAT-17-04-2026)-- FOTO: HANDI//MBG.

BENGKULUBAROMETER – Suasana mencekam terasa di sepanjang Tapak Paderi, Kota Bengkulu, Jumat pagi 17 April 2026. Langit di sekitar dipenuhi suara deru baling-baling helikopter dan dengungan drone yang terus berputar di udara. Di darat, ratusan personel gabungan berlarian, bersiaga, dan bergerak cepat seolah menghadapi bencana besar yang benar-benar terjadi.

Di bibir pantai, kapal boat berjajar, siap mengevakuasi warga. Sementara itu, tim medis, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan tampak sibuk mengevakuasi “korban” dari titik-titik yang telah ditentukan sebagai area terdampak.

Situasi tersebut merupakan simulasi besar penanganan bencana gempa megathrust yang digelar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di kawasan Pantai Tapak Paderi. Namun, atmosfer yang tercipta di lapangan begitu nyata, seakan Bengkulu benar-benar sedang dihantam bencana dahsyat.

Simulasi diawali dengan apel gelar pasukan yang melibatkan seluruh unsur penanganan bencana. Setelah itu, personel langsung bergerak cepat menuju titik kumpul dan lokasi evakuasi, memastikan koordinasi lintas sektor berjalan tanpa hambatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kesigapan luar biasa. Tim evakuasi bergerak cepat mengevakuasi korban dari area “reruntuhan”, sementara tenaga medis langsung memberikan penanganan darurat. Di sisi lain, tim logistik menyiapkan distribusi bantuan bagi korban terdampak.

Baca Juga :  Gas Melon Langka di Bengkulu Saat Ramadan, Pertamina Klaim Stok Aman Tapi Warga Tetap Kesulitan

Tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, simulasi ini juga didukung teknologi modern. Drone diterbangkan untuk memantau kondisi dari udara dan mengidentifikasi titik rawan. Helikopter disiagakan untuk skenario evakuasi cepat, terutama jika akses darat terputus akibat bencana.

Kapal boat yang bersandar di tepi pantai juga menjadi bagian penting dalam simulasi. Dalam skenario terburuk, jalur laut menjadi alternatif utama untuk mengevakuasi warga dari wilayah pesisir.

Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo, menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah serius untuk memastikan kesiapan menghadapi ancaman nyata.

“Ini bagian dari kesiapan. Kita sinkronkan dan lengkapi SOP agar semakin matang, terutama menghadapi kondisi bencana yang menuntut kemandirian daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya sebatas prosedur di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam kecepatan respons, kelengkapan peralatan, serta ketepatan pengambilan keputusan di lapangan.

“Semua harus disiagakan, mulai dari SOP, langkah penanganan, sampai alat. Tujuannya satu, menyelamatkan sebanyak mungkin orang dan menekan korban,” tegasnya.

Baca Juga :  Karang Taruna Pusat Tunjuk Karateker Karang Taruna di Seluruh Bengkulu, Percepat Pembentukan Pengurus Definitif

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa kesiapsiagaan daerah kini terus diperkuat melalui sistem komando terpadu yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari prabencana hingga pascabencana.

“Kita siapkan semuanya dalam satu sistem yang solid. Tidak boleh ada celah dalam koordinasi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Bengkulu berada di zona rawan gempa besar, termasuk ancaman megathrust yang dapat mencapai magnitudo di atas 8,9. Kondisi ini membuat penguatan sistem peringatan dini menjadi sangat penting.

“Saat ini kita memiliki lima sirine early warning system (EWS) yang aktif. Namun, jumlah itu masih perlu ditambah agar bisa menjangkau seluruh wilayah pesisir,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kesiapan masyarakat melalui pembangunan jalur evakuasi dan pembentukan desa tangguh bencana. Langkah ini dinilai krusial karena masyarakat menjadi garda terdepan saat bencana terjadi.

Simulasi ini menjadi pengingat nyata bahwa ancaman gempa megathrust bukan sekadar isu, melainkan potensi yang harus dihadapi dengan kesiapan maksimal.

“Lebih baik kita siap meski bencana tidak terjadi, daripada bencana datang saat kita belum siap,” tutup Herwan.

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB