Jamda VII Kaur Sukses, Wakil Bupati: Pramuka Jadi Mesin Pencetak Pemimpin Muda Daerah

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Abud Hamid melakukan pembubaran panitia Jamda VII Tahun 2025 di Kabupaten Kaur resmi ditutup. Wakil Bupati menegaskan Pramuka berperan strategis mencetak pemimpin muda daerah.

Wakil Bupati Abud Hamid melakukan pembubaran panitia Jamda VII Tahun 2025 di Kabupaten Kaur resmi ditutup. Wakil Bupati menegaskan Pramuka berperan strategis mencetak pemimpin muda daerah.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kabupaten Kaur resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Jambore Daerah (Jamda) VII Tahun 2025 melalui agenda evaluasi sekaligus pembubaran panitia, yang digelar di kawasan wisata Pantai Cukoh Raya, Selasa 13 Januari 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya salah satu kegiatan kepemudaan terbesar di Kabupaten Kaur yang dinilai berjalan sukses, tertib, dan aman.

Kegiatan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid, S.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 0706 Kaur. Hadir pula sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Daerah, mulai dari Sekretaris DPRD Kabupaten Kaur, perwakilan Bawaslu, jajaran asisten dan staf ahli Setda, kepala OPD, Direktur RSUD Kaur, hingga Camat Kaur Selatan.

Dalam sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pembina, serta pihak pendukung yang telah bekerja keras menyukseskan Jamda VII. Ia menegaskan bahwa Jamda bukan sekadar agenda seremonial atau pertemuan rutin kepramukaan, melainkan instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat dan berjiwa kepemimpinan.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Kajati Bengkulu Saiful Bahri Siregar Siap Perkuat Penegakan Hukum

“Jamda adalah ruang pembelajaran nyata. Di sinilah anak-anak muda kita dilatih disiplin, kepemimpinan, kerja sama, dan rasa cinta tanah air. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Kabupaten Kaur,” ujar Abdul Hamid.

Menurutnya, keberhasilan Jamda VII terlihat dari tingginya partisipasi peserta, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, serta minimnya gangguan keamanan selama pelaksanaan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya evaluasi sebagai bahan perbaikan agar kegiatan serupa di masa depan dapat digelar lebih baik dan lebih berdampak.

Pada sesi evaluasi, panitia menyampaikan laporan lengkap pelaksanaan kegiatan, termasuk capaian positif, kendala teknis di lapangan, hingga rekomendasi strategis untuk Jamda berikutnya. Beberapa catatan yang muncul antara lain terkait penguatan logistik, peningkatan fasilitas pendukung, serta optimalisasi peran pembina di tiap gugus depan.

Abdul Hamid menilai evaluasi ini sebagai langkah penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan kegiatan daerah. Ia berharap seluruh masukan dapat dijadikan rujukan oleh Pemerintah Daerah, tidak hanya untuk Jamda mendatang, tetapi juga untuk agenda kepemudaan dan pendidikan karakter lainnya.

Baca Juga :  Bengkulu Tancap Gas Tarik Investasi 2026, Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi

Selain sebagai sarana pembinaan generasi muda, Jamda VII juga dinilai memberikan efek ganda bagi daerah. Pemilihan Pantai Cukoh Raya sebagai lokasi kegiatan turut memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Kaur kepada peserta dan tamu dari berbagai kecamatan.

“Ini bukti bahwa kegiatan kepemudaan bisa berjalan seiring dengan promosi daerah. Kaur punya potensi besar, dan generasi mudanya adalah duta terbaik,” katanya.

Acara ditutup dengan pembubaran Panitia Jamda VII Tahun 2025 secara resmi. Meski panitia dibubarkan, semangat kebersamaan dan kolaborasi yang terbangun selama Jamda diharapkan terus hidup dan menjadi modal sosial bagi pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Kaur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkot Bengkulu Tegaskan Izin Mihol Golongan B dan C untuk Black Rock Mercure Tidak Pernah Diterbitkan
Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin
Harga Sawit Sempat Anjlok, Belasan PKS di Mukomuko Akhirnya Sepakat Ikuti Harga Pemprov Bengkulu
Satgas Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan dan KKB Lewat Patroli Terpadu di Nabire
Tokoh Papua Soroti Pentingnya Keamanan, Satgas Damai Cartenz Dinilai Beri Rasa Aman bagi Warga
Polres Lebong Tebar Kepedulian, 6 Ekor Sapi Kurban Dibagikan untuk Ratusan Warga
Jembatan Garuda Jadi Penyelamat Pelajar, Kini Siswa Tak Lagi Takut Terjebak Banjir Sungai
Babinsa Kawal Pembangunan Jembatan Gantung Perintis, Akses Warga Desa Kualalangi Segera Lebih Mudah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:06 WIB

Pemkot Bengkulu Tegaskan Izin Mihol Golongan B dan C untuk Black Rock Mercure Tidak Pernah Diterbitkan

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:23 WIB

Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:43 WIB

Harga Sawit Sempat Anjlok, Belasan PKS di Mukomuko Akhirnya Sepakat Ikuti Harga Pemprov Bengkulu

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:10 WIB

Satgas Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan dan KKB Lewat Patroli Terpadu di Nabire

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:52 WIB

Tokoh Papua Soroti Pentingnya Keamanan, Satgas Damai Cartenz Dinilai Beri Rasa Aman bagi Warga

Berita Terbaru

Pemkot Bengkulu mengungkap seluruh tempat hiburan malam belum memiliki izin penjualan mihol golongan B dan C. Publik mempertanyakan lemahnya pengawasan pemerintah.

Bengkulu

Semua Hiburan Malam Bengkulu Diduga Jual Mihol Tanpa Izin

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:23 WIB