Sediment Trap Jadi Kunci Jaga Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Tetap Aman

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Keberadaan sediment trap di kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dinilai sangat efektif dalam menjaga kedalaman pintu alur pelayaran. Struktur ini menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi persoalan klasik pelabuhan, yakni pendangkalan akibat endapan pasir laut.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, menyebut sediment trap telah lama disiapkan dan hingga kini terus dioptimalkan fungsinya.

Menurutnya, keberadaan sistem ini berperan penting dalam mendukung kelancaran operasional serta keselamatan pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai.

Sediment trap berfungsi menangkap sedimen atau pasir laut sebelum masuk ke pintu alur pelayaran. Tanpa sistem ini, pasir yang terbawa arus dan gelombang laut berpotensi menyebabkan pendangkalan, yang dapat menghambat lalu lintas kapal, khususnya kapal bermuatan besar.

“Sediment trap sudah lama disiapkan dan terus kami optimalkan untuk menangkap endapan pasir yang berpotensi menyebabkan pendangkalan alur,” ujar Dimas.

Baca Juga :  Wakapolda Bengkulu Kunjungi LPA Bentiring: Ajak Anak Binaan Tingkatkan Semangat dan Iman

Ia menjelaskan, efektivitas sediment trap sudah terlihat langsung di lapangan. Pasir laut yang tertangkap tidak lagi masuk ke alur pelayaran, melainkan mengendap di area yang telah dirancang khusus. Hal ini membuat kedalaman alur relatif terjaga dan lebih stabil.

Dari hasil pemantauan, sediment trap bahkan mampu mencegah sekitar 80 persen sedimen agar tidak mencapai pintu alur pelayaran. Angka ini dinilai sangat signifikan, mengingat volume pasir laut yang terus bergerak setiap hari akibat arus dan gelombang.

“Efektivitasnya cukup tinggi. Sekitar 80 persen endapan pasir bisa dicegah masuk ke pintu alur,” tegas Dimas.

Meski demikian, masih ada sekitar 20 persen sedimen yang lolos dan mengendap di area pintu alur. Jumlahnya diperkirakan mencapai 2.000 kubik pasir per hari.

Baca Juga :  4 Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Dipulangkan, Biaya Capai Rp32 Juta

Untuk mengatasi sisa endapan tersebut, pengelola pelabuhan tetap melakukan pemeliharaan rutin agar kedalaman alur tetap sesuai standar keselamatan pelayaran.

Menariknya, pasir yang tertangkap sediment trap dalam jangka panjang justru membentuk daratan baru. Saat ini, daratan hasil akumulasi pasir tersebut telah mencapai sekitar 30 hektare dan berada di sisi pintu alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai.

Keberadaan daratan baru ini menjadi bukti nyata bahwa sediment trap bekerja secara konsisten dan efektif. Selain berfungsi sebagai pengendali sedimen, struktur ini juga membantu mengurangi beban pengerukan di area alur pelayaran.

Dengan sistem sediment trap yang optimal, Pelabuhan Pulau Baai diharapkan dapat terus beroperasi dengan aman, lancar, dan efisien.

Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen pengelola pelabuhan dalam menjaga infrastruktur maritim yang vital bagi perekonomian Bengkulu.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Sidodadi Kepahiang Geram, Tiang PLN Berdiri 15 Tahun Tapi Kabel Masih Semrawut dan Membahayakan
Atlet Menembak Muda Asal Kepahiang Mewakili Bengkulu ke Pra-PON dan PON 2028.
Residivis 9 Kali Kembali Beraksi, Diduga Pelaku Diringkus Hanya 5 Jam Setelah Beraksi
Pedagang Pantai Panjang Bengkulu Minta Ganti Rugi hingga Rp80 Juta, DPRD Minta Penertiban Jangan Gegabah
Naiknya Nilai Tukar Dolar, Berdampak Dengan Properti Rumah Subsidi
Vonis Berat Korupsi PHL Perumda Tirta Hidayah, Samsu Bahari Dibebani Uang Pengganti Rp10,8 Miliar
STuEB Kritik Sistem Kelistrikan Terpusat, Blackout Sumatera Dinilai Bukti Lemahnya Energi Fosil
Kejati Bengkulu Lawan Vonis Bebas Korupsi Tol, Kasasi Resmi Diajukan ke Mahkamah Agung
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:41 WIB

Warga Sidodadi Kepahiang Geram, Tiang PLN Berdiri 15 Tahun Tapi Kabel Masih Semrawut dan Membahayakan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:27 WIB

Atlet Menembak Muda Asal Kepahiang Mewakili Bengkulu ke Pra-PON dan PON 2028.

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:37 WIB

Residivis 9 Kali Kembali Beraksi, Diduga Pelaku Diringkus Hanya 5 Jam Setelah Beraksi

Senin, 25 Mei 2026 - 21:18 WIB

Pedagang Pantai Panjang Bengkulu Minta Ganti Rugi hingga Rp80 Juta, DPRD Minta Penertiban Jangan Gegabah

Senin, 25 Mei 2026 - 21:10 WIB

Naiknya Nilai Tukar Dolar, Berdampak Dengan Properti Rumah Subsidi

Berita Terbaru