BENGKULUBAROMETER – Operasi pencarian korban kecelakaan kapal nelayan yang karam di Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari ketiga pencarian (H.3), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Korban diketahui bernama Ujang Kidik (63), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 17.10 WIB. Jasad korban ditemukan sejauh kurang lebih 3,53 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, satu korban lainnya, Berry (43), sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polresta Bengkulu, TNI AL, Polairud Polda Bengkulu, BPBD Kota Bengkulu, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Tagana, PMI, SAKA SAR, serta masyarakat setempat.
Dalam proses pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, seperti perahu karet (LCR), rigid buoyancy boat (RBB), kendaraan operasional, peralatan komunikasi SAR, drone pemantau udara, hingga perlengkapan medis.
Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu, Mega, menyampaikan bahwa keberhasilan tim SAR menemukan korban merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
“Alhamdulillah, pada hari ketiga operasi, korban terakhir atas nama Ujang Kidik berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi kami usulkan untuk ditutup,” ujar Mega.
Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran laut menggunakan perahu SAR serta pemantauan udara menggunakan drone guna memperluas jangkauan pencarian.
“Selama tiga hari operasi, tim SAR gabungan melakukan pencarian secara maksimal, baik melalui jalur laut maupun pemantauan udara. Kondisi cuaca yang cukup bersahabat juga sangat membantu proses pencarian,” jelasnya.
Mega juga mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang turut membantu proses pencarian, mulai dari TNI, Polri, hingga masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu. Sinergi ini sangat penting dalam setiap operasi kemanusiaan seperti ini,” tambahnya.
Ia juga mengimbau kepada para nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk memantau kondisi cuaca dan melengkapi perlengkapan keselamatan.
“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu waspada, memastikan kondisi kapal layak, serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut, guna menghindari kejadian serupa,” tutup Mega.









