BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai mematangkan kalender event olahraga tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk menjaga pembinaan atlet tetap berjalan sekaligus mendorong peningkatan prestasi di tingkat nasional.
Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu, Mike Van Hove, menjelaskan bahwa penyusunan kalender olahraga tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap agenda diselaraskan dengan dua acuan utama, yakni kalender olahraga daerah dan kalender nasional.
“Setiap tahun genap, kita selalu berpedoman pada dua kalender, yaitu kalender daerah dan nasional. Ini penting agar jadwal kompetisi tidak berbenturan dan pembinaan atlet bisa berjalan maksimal,” ujarnya, Jumat (24/04/2026).
Menurut Mike, salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Event ini direncanakan digelar paling lambat pada Oktober 2026 dan menjadi ajang penting dalam menjaring atlet pelajar berbakat dari seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.
POPDA bukan sekadar kompetisi biasa. Ajang ini menjadi pintu awal dalam proses pembinaan atlet muda menuju level yang lebih tinggi. Dari sinilah, atlet-atlet terbaik akan diseleksi untuk dipersiapkan menghadapi Pra-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-POPNAS).
“POPDA ini sangat strategis. Dari sini kita bisa melihat potensi atlet pelajar yang nantinya akan dibina lebih lanjut untuk menghadapi ajang nasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, waktu pelaksanaan POPDA sengaja dirancang lebih awal agar atlet yang lolos seleksi memiliki waktu persiapan yang cukup sebelum berlaga di tingkat nasional. Hal ini dianggap krusial untuk meningkatkan daya saing atlet Bengkulu.
“Karena Pra-POPNAS biasanya digelar Oktober sampai November, maka POPDA kita majukan. Tujuannya agar atlet punya waktu latihan yang cukup dan lebih siap secara mental maupun fisik,” tambahnya.
Selain POPDA, Dispora Bengkulu juga menyiapkan berbagai Kejuaraan Daerah (Kejurda) untuk sejumlah cabang olahraga. Kompetisi ini digelar sepanjang tahun guna menjaga ritme bertanding para atlet agar tidak kehilangan performa.
Beberapa cabang olahraga yang masuk dalam perencanaan awal antara lain panahan dan tinju. Kedua cabang ini dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi Bengkulu di tingkat nasional.
“Kita sudah petakan beberapa cabang unggulan. Panahan dan tinju termasuk yang punya peluang besar untuk berprestasi, sehingga akan kita dorong melalui Kejurda,” ungkap Mike.
Dispora berharap, melalui kalender event yang terencana dan berkelanjutan, pembinaan atlet di Bengkulu tidak terputus. Selain itu, pola ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda yang siap bersaing di ajang nasional hingga internasional.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









