Kejar Predikat Madya, Pemkot Bengkulu Gas Pol Perbaiki Data Kota Layak Anak

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu Rosminiarty, memyatakan Pemkot Bengkulu mempercepat pengumpulan data dan koordinasi lintas OPD untuk mengejar peningkatan predikat Kota Layak Anak dari Pratama ke Madya pada 2026. (Senin-13-04-2026)-- FOTO: Handi//MBG.

Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu Rosminiarty, memyatakan Pemkot Bengkulu mempercepat pengumpulan data dan koordinasi lintas OPD untuk mengejar peningkatan predikat Kota Layak Anak dari Pratama ke Madya pada 2026. (Senin-13-04-2026)-- FOTO: Handi//MBG.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tancap gas mengejar peningkatan status Kota Layak Anak (KLA) dari tingkat Pratama menjadi Madya pada 2026. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat pengumpulan data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Upaya ini dinilai krusial, mengingat selama tiga tahun terakhir Kota Bengkulu masih bertahan di level Pratama. Kini, Pemkot ingin naik kelas dengan memperbaiki berbagai indikator penilaian yang masih belum maksimal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Rosminiarty, menegaskan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat bersama seluruh OPD untuk memastikan kelengkapan data sebagai syarat utama penilaian KLA.

“Kami melaksanakan pertemuan lintas sektor untuk mengumpulkan data Kota Layak Anak. Kota Bengkulu sudah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Pratama,” ujar Rosminiarty, Senin 13 April 2026.

Menurutnya, target peningkatan ke level Madya bukan sekadar ambisi, tetapi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Bengkulu.

Baca Juga :  Natal Oikumene Jadi Momentum Perkuat Harmoni Umat Beragama di Bengkulu

“Target kami tahun 2026 ini adalah naik ke predikat Madya. Untuk itu, kami melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk melalui perubahan anggaran di akhir tahun 2025,” jelasnya.

Rosminiarty mengakui, salah satu kendala utama dalam proses penilaian KLA adalah belum optimalnya kelengkapan data dari OPD. Karena itu, pihaknya mengambil langkah aktif dengan tidak hanya menunggu laporan masuk, tetapi juga melakukan pendekatan langsung.

“Kami sudah bersurat ke seluruh OPD. Jika data belum juga masuk, maka kami akan jemput bola agar data bisa cepat dan akurat,” tegasnya.

Langkah jemput bola ini dilakukan agar seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi secara maksimal dalam waktu yang relatif singkat. Pasalnya, untuk mencapai predikat Madya, Kota Bengkulu harus mengantongi nilai di atas 1.000.

Sementara itu, capaian saat ini masih berada di kisaran 500 hingga 600. Artinya, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga :  Direktur Kepatuhan Baru Dilantik, Helmi Hasan: Jangan Ada Celah Penyimpangan di Bank Bengkulu

“Dengan waktu beberapa bulan ke depan, kami optimistis bisa mengejar kekurangan tersebut. Mohon doa agar Kota Bengkulu bisa naik ke predikat Madya,” tambah Rosminiarty.

Tak hanya fokus pada pengumpulan data, DP3AP2KB juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menggelar forum group discussion (FGD). Kegiatan ini akan melibatkan seluruh kepala OPD guna memperkuat pemahaman sekaligus komitmen bersama dalam mendukung penilaian KLA.

“Kami akan memanggil seluruh kepala OPD untuk mengikuti FGD terkait penilaian Kota Layak Anak ini,” tutupnya.

Dengan berbagai strategi percepatan yang dilakukan, Pemkot Bengkulu optimistis mampu meningkatkan kualitas kebijakan dan program ramah anak. Jika target ini tercapai, status KLA Madya bukan hanya sekadar predikat, tetapi menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kota Bengkulu.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru