Makam Fatmawati Direncanakan Dipindah ke Bengkulu, Pemprov Siapkan Kawasan Wisata Religi dan Simbol Nasional

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPAIKAN: Sisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyatkan Pemprov Bengkulu menggagas pemindahan makam Pahlawan Nasional Fatmawati Soekarno ke Bengkulu. Kawasan makam direncanakan menjadi wisata religi dan simbol nasional baru di Bengkulu. (RABU-06-05-2026)-- FOTO: HANDI//MBG

SAMPAIKAN: Sisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyatkan Pemprov Bengkulu menggagas pemindahan makam Pahlawan Nasional Fatmawati Soekarno ke Bengkulu. Kawasan makam direncanakan menjadi wisata religi dan simbol nasional baru di Bengkulu. (RABU-06-05-2026)-- FOTO: HANDI//MBG

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai menggagas rencana besar menjadikan makam Pahlawan Nasional Fatmawati Soekarno sebagai simbol nasional di Bengkulu. Wacana pemindahan makam istri Presiden pertama RI, Ir. Soekarno itu disebut sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Fatmawati bagi bangsa Indonesia.

Fatmawati dikenal sebagai putri daerah Bengkulu yang memiliki sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu peran paling dikenang adalah saat dirinya menjahit Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pemprov Bengkulu menilai, sosok Fatmawati layak mendapatkan penghormatan lebih besar di tanah kelahirannya sendiri.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengatakan saat ini rencana tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan. Pemerintah daerah sedang menyiapkan kajian lengkap serta pembentukan tim khusus untuk menggodok proses pemindahan makam tersebut.

“Ini adalah rencana besar dari Pemprov Bengkulu dan Pak Gubernur untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pahlawan nasional asal Bengkulu yang juga penjahit bendera Merah Putih,” ujar Khairil Anwar, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  Nasrul Aziz Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum IKAILKA UNIB

Menurutnya, tim kajian sudah mulai dibentuk dan tinggal menunggu pengesahan melalui Surat Keputusan (SK).

Khairil menjelaskan, langkah paling penting saat ini adalah mendapatkan restu dari keluarga besar Fatmawati Soekarno. Sebab tanpa persetujuan keluarga, rencana tersebut tidak mungkin dilanjutkan.

Pemprov Bengkulu sendiri diketahui sudah melakukan komunikasi awal dengan pihak Yayasan Fatmawati Soekarno. Bahkan, Gubernur Bengkulu dikabarkan telah bertemu langsung dengan pihak yayasan untuk membahas rencana tersebut.

“Hasil komunikasi awal cukup positif. Secara prinsip, sebagian keluarga sudah menyetujui,” katanya.

Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan keluarga inti, termasuk Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Saat ini Pemprov Bengkulu masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pertemuan langsung antara Gubernur Bengkulu dengan Megawati Soekarnoputri guna meminta restu resmi keluarga.

“Tinggal lagi nanti dengan keluarga inti, terutama Ibu Mega. Kita masih menunggu konfirmasi untuk agenda silaturahmi dengan Pak Gubernur,” tambah Khairil.

Baca Juga :  Konsisten Perjuangkan Kesehatan Masyarakat Bengkulu, Destita Raih Change Maker Awards 2026

Tak hanya sekadar pemindahan makam, Pemprov Bengkulu juga menyiapkan konsep besar pembangunan kawasan terpadu di lokasi yang direncanakan menjadi tempat peristirahatan baru Fatmawati Soekarno.

Lokasi yang dipilih berada di kawasan Taman Remaja Kota Bengkulu. Kawasan tersebut nantinya akan disulap menjadi pusat wisata religi dan sejarah yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Dalam konsep awal yang disiapkan pemerintah, area tersebut akan dilengkapi fasilitas UMKM, jogging track, ruang terbuka hijau hingga destinasi wisata ziarah yang dapat menarik pengunjung dari berbagai daerah.

“Jadi bukan hanya makam pahlawan nasional saja, tetapi benar-benar menjadi kawasan terpadu. Ada nuansa religiusnya, pengembangan UMKM, jogging track dan bisa menjadi destinasi wisata ziarah nasional,” jelasnya.

Rencana ini diperkirakan akan menjadi salah satu proyek simbolik terbesar Pemprov Bengkulu dalam mengangkat sejarah daerah ke tingkat nasional. Selain menjaga warisan perjuangan Fatmawati, proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru