BENGKULUBAROMETER — Gelombang perubahan di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mulai benar-benar terasa. Para pengguna jasa pelayaran, yang selama ini bergantung pada pasang surut untuk keluar dan masuk pelabuhan, karena permasalahan pendangkalan alur, kini merasakan kenyamanan baru setelah normalisasi alur pelayaran dikerjakan secara serius oleh PT Pelindo Regional 2 Bengkulu.
Ketua DPC Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) Bengkulu, Rela Sumadiyana, mengatakan bahwa pembenahan alur pelayaran bukan hanya sekadar proyek, tetapi menjadi jawaban atas tuntutan panjang para pelaku jasa maritim.
Menurut Rela, kedalaman alur yang kini mencapai 6,5 meter membuat kapal-kapal dapat beroperasi lebih fleksibel, tanpa lagi dihantui persoalan draft dan limitasi waktu.
“Sekarang drop muatan jauh lebih maksimal. Alur mencapai 6,5 meter, load factor sudah 100 persen. Yang paling penting, kapal tidak perlu lagi menunggu air pasang untuk keluar masuk,” ujarnya dengan nada lega.
Rela menyebutkan sejumlah jenis kapal, mulai dari kapal tumpang, kontainer, kapal PT Pertamina, kapal SDP, hingga kapal Gano, kini dapat bergerak lebih lancar berkat peningkatan kualitas alur. Bagi INSA dan para operator kapal, perubahan ini terasa sebagai peningkatan kenyamanan yang signifikan.
“Dengan progres alur yang semakin membaik, kami sangat bersyukur. Apresiasi besar untuk KSOP, penghulu, Pelindo Regional 2, hingga seluruh tim teknis. Mereka bekerja bukan hanya di atas kertas, tetapi di lapangan,” katanya.
Ia menilai penerbitan surat resmi dari KSOP terkait peningkatan layanan pelayaran menjadi bukti bahwa perbaikan alur memang dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis.
Dari sisi otoritas pelabuhan, Pelindo Regional 2 Bengkulu memastikan bahwa upaya peningkatan alur bukan pekerjaan sekali selesai. Pemeriksaan kondisi dasar laut, peninjauan kedalaman, dan evaluasi jalur kapal dilakukan secara rutin.
Manager Komersial Pelindo Bengkulu, Coki Sitomorang, menegaskan bahwa proyek pengerukan alur merupakan bagian dari strategi jangka panjang.
“Perbaikan alur ini membuka peluang bagi kapal dengan draft lebih dalam untuk dilayani secara optimal. Efisiensi pengangkutan muatan meningkat drastis, dan kondisi akses pelayaran kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Coki, Pelindo melihat peningkatan alur pelayaran sebagai fondasi bagi pelayanan kepelabuhanan yang lebih kompetitif di masa mendatang.
Efeknya langsung terasa pada kelancaran distribusi barang. Kapal kontainer tidak lagi menumpuk, antrian kapal menurun, dan biaya operasional dapat ditekan karena tidak ada lagi keterlambatan akibat menunggu air pasang.
Sektor logistik Bengkulu pun diproyeksikan menikmati keuntungan jangka panjang. Dengan alur yang stabil dan aman, Pelabuhan Pulau Baai bisa menjadi simpul penting dalam jalur perdagangan Sumatra bagian selatan.
Peningkatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pelindo Regional 2 Bengkulu menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, serta sesuai standar operasional yang berlaku secara nasional.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi








