Pertamax Naik Jadi Rp16.650 per Liter, Pertamina Pastikan Pertalite dan BioSolar Tetap

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.650 per liter mulai 10 Juni 2026. Sementara harga Pertalite Rp10.000 per liter dan BioSolar Rp6.800 per liter tetap tidak berubah.

Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.650 per liter mulai 10 Juni 2026. Sementara harga Pertalite Rp10.000 per liter dan BioSolar Rp6.800 per liter tetap tidak berubah.

BENGKULUBAROMETER – Kabar penting bagi masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga jual BBM non-subsidi jenis Pertamax mulai 10 Juni 2026. Meski demikian, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan BioSolar dipastikan tetap dan tidak mengalami perubahan.

Keputusan penyesuaian harga tersebut dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang telah diatur pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, kualitas pelayanan, dan kepastian pasokan energi nasional.

Menurutnya, harga Pertamax disesuaikan setelah dilakukan evaluasi berdasarkan formula yang berlaku. Langkah tersebut juga bertujuan agar distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika harga energi global.

Baca Juga :  Direktur Kepatuhan Baru Dilantik, Helmi Hasan: Jangan Ada Celah Penyimpangan di Bank Bengkulu

“Harga Pertamax disesuaikan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Keputusan ini tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan resminya.

Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter. Sementara itu, produk BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual dengan harga Rp21.200 per liter. Begitu pula Dexlite yang masih dipasarkan dengan harga Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp25.350 per liter.

Di tengah kenaikan harga Pertamax, Pertamina memastikan masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan BioSolar tetap Rp6.800 per liter.

Kepastian tidak berubahnya harga BBM subsidi tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat, terutama sektor transportasi, nelayan, petani, pelaku UMKM, serta masyarakat umum yang selama ini masih bergantung pada BBM subsidi.

Baca Juga :  Rp110 Miliar APBN Digelontorkan untuk DDTS, Pemprov Targetkan Rampung 2028

Pertamina menegaskan bahwa tugas pendistribusian BBM subsidi tetap menjadi prioritas perusahaan. Karena itu, pelayanan dan ketersediaan Pertalite maupun BioSolar akan terus dijaga agar tetap dapat diakses masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain memastikan harga tetap, Pertamina juga menjamin pasokan seluruh jenis BBM dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok BBM di SPBU Pertamina tetap tersedia.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi harga BBM melalui kanal resmi perusahaan maupun aplikasi MyPertamina guna menghindari informasi yang tidak benar.

Dengan penyesuaian harga yang dilakukan secara berkala dan terukur, Pertamina berharap dapat terus menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru