PLTA Musi Digerebek! Kejati Bengkulu Geledah 3 Kota, Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Proyek PLN

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejati Bengkulu menggeledah Bengkulu, Palembang, dan Jakarta terkait dugaan korupsi proyek AVR System PLTA Musi PLN. Kasus resmi naik penyidikan.

Kejati Bengkulu menggeledah Bengkulu, Palembang, dan Jakarta terkait dugaan korupsi proyek AVR System PLTA Musi PLN. Kasus resmi naik penyidikan.

BENGKULUBAROMETER – Langkah Kejaksaan Tinggi Bengkulu diwal tahun meperlihatkan taring pembasmi kasus korupsi. Hal ini dibuktikan dengan penggeledahan serentak di tiga kota sekaligus yakni Bengkulu, Palembang, dan Jakarta, sebagai Upaya pengusutan, dugaan korupsi proyek Penggantian AVR System PLTA Musi tahun anggaran 2022–2023.

Operasi senyap namun berdampak besar itu dilakukan Kamis 15 Januari 2025, menyasar Kantor Unit Bisnis Pembangkitan Bengkulu di kawasan PLTA Musi, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang. Dua lokasi lain berada di Palembang, Sumatera Selatan, serta Jakarta yang diduga berkaitan langsung dengan proses pengadaan proyek strategis kelistrikan tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, melalui Kasi Penyidikan Pola Martua Siregar, menegaskan bahwa perkara ini resmi naik ke tahap penyidikan. Artinya, penyidik telah menemukan indikasi kuat adanya peristiwa pidana.

Baca Juga :  Bank Bengkulu Siapkan 2.000 Voucher Makan Gratis di Malam Puncak Undian Simpeda

“Penggeledahan dilakukan di tiga lokasi berbeda. Ini bagian dari rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi penggantian AVR System PLTA Musi,” tegas Pola Martua.

AVR atau Automatic Voltage Regulator merupakan komponen vital pembangkit listrik tenaga air. Sistem ini berfungsi menjaga kestabilan tegangan listrik. Jika proses pengadaannya bermasalah, dampaknya bukan hanya keuangan negara, tetapi juga keandalan pasokan listrik regional.

Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen penting yang diduga berkaitan langsung dengan proses pengadaan proyek. Meski belum merinci nilai kerugian negara, Kejati Bengkulu mengindikasikan adanya dugaan mark up dalam pelaksanaan proyek.

“Kerugian negara masih dihitung. Namun, perbuatan melawan hukum yang kami dalami berkaitan dengan proses pengadaan yang diduga terjadi mark up,” ungkap Pola.

Baca Juga :  Jemaah Haji Bengkulu Sehat, Mian Sampaikan Kabar dari Tanah Suci Saat Iduladha

Sebelum menaikkan status perkara, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi kunci, mulai dari pihak internal hingga pihak rekanan. Pemeriksaan tersebut menguatkan dugaan adanya rekayasa administratif maupun teknis dalam proyek bernilai besar tersebut.

“Sebelumnya sudah beberapa pihak kita pperiksa. Kedepanya kita akan memeriksan pihak terkait dengan kasus ini,” ungkapnya

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut BUMN strategis, yakni PT PLN Indonesia Power, yang berperan penting dalam sistem kelistrikan nasional. Jika terbukti, perkara ini berpotensi menyeret lebih dari satu tersangka.

Kejati Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar. “Siapa pun yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban hukum,” pungkas Pola Martua.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru