BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Sosial terus mematangkan persiapan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tahap II. Salah satu fokus utama sebelum bantuan disalurkan adalah memastikan seluruh data penerima benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi, mengatakan proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap masyarakat yang telah menerima bantuan pada tahap pertama. Langkah ini dilakukan agar bantuan hanya diberikan kepada warga yang masih memenuhi persyaratan.
“Penyaluran BLT Kesra saat ini kami masih melakukan tahapan persiapan, termasuk verifikasi data penerima agar bantuan tepat sasaran,” kata Swifanedi, Sabtu (27/06/2026).
Ia menjelaskan, petugas akan mencocokkan data administrasi dengan kondisi penerima di lapangan. Apabila ditemukan penerima sudah pindah alamat, tidak dapat ditemukan, atau identitasnya tidak sesuai dengan data yang tercatat, maka bantuan tidak akan disalurkan.
“Jika saat proses pengecekan ditemukan penerima tidak berada di alamat atau data yang bersangkutan tidak sesuai, petugas akan langsung membatalkan penyaluran bantuan tersebut,” tegasnya.
Menurut Swifanedi, penyaluran BLT Kesra tahap II tetap dilakukan melalui PT Pos Indonesia maupun bank yang telah ditunjuk pemerintah. Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap distribusi bantuan dapat berlangsung tertib dan mudah diakses oleh masyarakat.
Meski belum ada angka final, hasil verifikasi sementara menunjukkan jumlah penerima yang berpotensi dicoret dari daftar bantuan mencapai ribuan orang. Dinas Sosial masih menunggu laporan resmi dari seluruh petugas sebelum menetapkan jumlah pasti.
“Untuk jumlah pasti penerima yang dibatalkan masih menunggu laporan resmi. Namun dari informasi sementara, jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan penerima,” pungkasnya.
Dinas Sosial menegaskan verifikasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial, sehingga BLT Kesra tahap II benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan tidak terjadi penyaluran kepada penerima yang datanya sudah tidak valid.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









