Selama 17 Tahun Diduga Ilegal, Ratusan Warga  5 Kecamatan Desak Hentikan Aktivitas PT RAA

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga demo di Bengkulu Tengah menuntut penghentian PT RAA yang diduga 17 tahun beroperasi tanpa HGU dan IUP.

Ratusan warga demo di Bengkulu Tengah menuntut penghentian PT RAA yang diduga 17 tahun beroperasi tanpa HGU dan IUP.

BENGKULUBAROMETER – Ratusan warga dari lima kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara tumpah ruah di halaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah, Kamis 15 Januari 2026 siang. Mereka datang membawa 18  tuntutan nita kesepakatan satu tuntutan yang menjadi sorortan, hentikan aktivitas perkebunan kelapa sawit PT Riau Agrindo Agung (PT RAA) yang diduga beroperasi tanpa Hak Guna Usaha (HGU) selama hampir dua dekade.

Meskipun ratusan masa namun Masyarakat mampu membuktikan akksi berlangsung tertib. Massa membawa spanduk, bendera Merah Putih, dan berbagi spanduk berbagai tulisan, serta berorasi menggunakan pengeras suara. Aparat kepolisian tampak berjaga ketat mengawal jalannya demonstrasi agar tetap kondusif.

Koordinator aksi, Nur Hasan, menegaskan bahwa perusahaan tersebut diduga telah beroperasi sekitar 17 tahun di wilayah lintas kabupaten, sebuah kewenangan yang seharusnya berada di tangan Gubernur Bengkulu, bukan pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  Akses Brankas Hanya Dipegang Terdakwa, Fakta Baru Terungkap di Sidang Dugaan Penggelapan Rp6,8 Miliar

“Ini bukan persoalan sepele. Operasional lintas kabupaten wajib mengantongi izin dari gubernur. Faktanya, PT RAA diduga tidak memiliki HGU dan IUP-B yang sah,” tegas Nur Hasan di hadapan massa.

Dalam nota kesepakatan yang dibacakan, massa secara tegas meminta penghentian total seluruh aktivitas PT RAA, dengan dasar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 138/PUU-XIII/2015.

Tak hanya itu, warga juga mendesak pencabutan IUP PT RAA Nomor 05 Tahun 2011 yang diterbitkan oleh Bupati Bengkulu Tengah. Menurut mereka, izin tersebut cacat hukum karena bertentangan dengan sejumlah regulasi nasional, termasuk UU Nomor 18 Tahun 2004 dan berbagai Peraturan Menteri Pertanian.

“Kami tidak anti investasi. Kami hanya ingin investasi yang taat hukum dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nur Hasan, disambut sorak massa.

Baca Juga :  Wagub Sidak ke Pasar Temukan Harga Migor, Bawang Merah dan Bawang Putih Naik

Ia menambahkan, apabila perusahaan tetap beroperasi tanpa izin lengkap, maka lahan perkebunan seharusnya dikembalikan kepada negara. Warga pun memberi tenggat waktu hingga 20 Januari 2026 untuk mendapatkan jawaban resmi dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap tuntutan masyarakat.

“Tuntutan ini menyangkut banyak aspek, mulai dari hukum, perizinan, hingga kewenangan pemerintahan. Kami akan melakukan kajian menyeluruh,” katanya.

Hasil kajian tersebut, lanjut Iwan, akan diumumkan secara resmi kepada publik pada Selasa, 20 Januari 2026. Pernyataan itu menjadi titik harap sekaligus penentu langkah lanjutan masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru