Teuku Zulkarnain Turun Langsung ke Lokasi Abrasi Pondok Kelapa, Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warga

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waka I DPRD Bengkulu Teuku Zulkarnain turun langsung ke lokasi abrasi Desa Pondok Kelapa dan berkomitmen memperjuangkan penanganan cepat demi keselamatan warga.

Waka I DPRD Bengkulu Teuku Zulkarnain turun langsung ke lokasi abrasi Desa Pondok Kelapa dan berkomitmen memperjuangkan penanganan cepat demi keselamatan warga.

BENGKULUBAROMETER – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan warga dengan turun langsung ke lokasi abrasi dan erosi sungai di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (29/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah karena abrasi sungai semakin parah dan mengancam rumah-rumah penduduk. Beberapa warga bahkan harus kehilangan lahan tempat tinggal akibat tergerus arus sungai yang terus meluas dari waktu ke waktu.

Saat tiba di lokasi, Teuku Zulkarnain bersama rombongan meninjau sejumlah titik yang terdampak. Ia melihat langsung bekas permukiman warga yang kini berubah menjadi alur sungai. Di beberapa bagian, terlihat rumah-rumah warga mengalami kerusakan cukup serius akibat terjangan erosi.

Kedatangan rombongan disambut warga dengan membawa karton bertuliskan permohonan agar pemerintah segera turun tangan. Warga berharap ada langkah nyata untuk menyelamatkan lingkungan dan tempat tinggal mereka dari ancaman bencana yang terus memburuk.

Baca Juga :  HUT RI ke-81, Helmi Hasan Ajak Warga Bengkulu Rawat Persatuan

Teuku Zulkarnain menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai bukti bahwa pemerintah hadir ketika rakyat menghadapi masalah serius.

“Ini adalah pengaduan masyarakat dan hari ini langsung kita tindak lanjuti. Kita tidak boleh menunda persoalan yang menyangkut keselamatan warga,” tegas Teuku di hadapan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa hasil peninjauan lapangan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait, seperti Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VIII, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kementerian PUPR.

Selain itu, laporan resmi juga akan disampaikan kepada Gubernur Bengkulu agar penanganan abrasi dan erosi dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

“Masalah ini akan kita laporkan ke Gubernur Bengkulu dan kita minta supaya segera ditangani. Ini menyangkut nyawa dan masa depan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pertemuan singkat dengan warga, Teuku Zulkarnain juga menjelaskan tahapan penanganan abrasi, terutama yang berkaitan dengan proses penganggaran. Ia mengakui bahwa anggaran tahun 2026 sudah ditetapkan, sehingga penanganan fisik paling cepat dapat direalisasikan pada 2027.

Baca Juga :  Batik ChaCha Mentari Harumkan Nama Bengkulu di Ajang Persit Bisa 2 Jakarta

Namun, ia berharap melalui anggaran perubahan 2026 sudah bisa dialokasikan dana untuk perencanaan teknis.

“Kita ingin di perubahan anggaran 2026 sudah ada perencanaan. Setelah itu kita bisa lakukan sharing anggaran dengan BWSS VIII. Kalau tidak memungkinkan, maka kita gunakan APBD Provinsi Bengkulu karena ini soal keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Langkah cepat Teuku Zulkarnain mendapat apresiasi dari warga. Mereka menilai kehadiran langsung wakil rakyat di lokasi bencana memberikan harapan baru agar persoalan abrasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera ditangani secara nyata.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa DPRD Provinsi Bengkulu tidak tinggal diam terhadap persoalan lingkungan yang mengancam pemukiman warga. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merumuskan solusi jangka pendek dan jangka panjang agar bencana abrasi di Desa Pondok Kelapa tidak semakin meluas.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru