Wali Kota Ultimatum Warem, Pantai Panjang Ditertibkan Demi Wisata Bersih

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah tegas untuk menata kawasan wisata Pantai Panjang. Warung remang-remang (warem) yang selama ini dianggap meresahkan kini menjadi sasaran utama penertiban.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengeluarkan ultimatum keras kepada para pemilik warem. Mereka diminta segera membongkar bangunannya secara mandiri. Jika tidak, pemerintah memastikan akan melakukan pembongkaran paksa dalam waktu dekat.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemkot Bengkulu menilai keberadaan warem telah menyimpang dari fungsi awal kawasan Pantai Panjang sebagai destinasi wisata keluarga. Aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran minuman beralkohol dan praktik negatif lainnya dinilai mencoreng citra daerah.

Sebagai bentuk keseriusan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah turun langsung ke lapangan. Penyisiran dilakukan sejak Jumat pagi, menyasar sejumlah titik yang masih beroperasi meskipun telah diberikan surat peringatan sebelumnya.

Baca Juga :  Gedung Koperasi Merah Putih Rampung 100 Persen, Pondok Kelapa Siap Bangkitkan Ekonomi Desa

Dedy Wahyudi menegaskan, masa toleransi sudah berakhir. Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas.

“Dalam waktu dekat, warem yang masih membandel akan kita bongkar habis. Tidak ada ruang untuk aktivitas ilegal di kawasan wisata kita,” tegasnya.

Menurutnya, penertiban ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi bagian dari upaya besar membangun wajah baru Kota Bengkulu. Ia ingin Pantai Panjang kembali menjadi tempat yang aman, nyaman, dan layak dikunjungi semua kalangan.

Baca Juga :  PT Bio Teknologi Sah Secara Hukum, HGU Resmi Negara dan Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Upaya ini juga selaras dengan arah pembangunan daerah yang digagas oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang menekankan pentingnya pembangunan mental masyarakat dan penguatan sektor pariwisata berbasis nilai religius dan budaya lokal.

Dedy menambahkan, pembiaran terhadap aktivitas negatif hanya akan memperburuk keadaan. Oleh karena itu, tindakan tegas dianggap sebagai solusi terbaik untuk memutus rantai permasalahan.

“Kita tidak ingin citra Kota Bengkulu rusak karena hal-hal seperti ini. Pariwisata harus bersih dan bermartabat,” ujarnya.

Dengan penertiban ini, Pemkot menargetkan perubahan besar di kawasan pesisir. Pantai Panjang diharapkan menjadi ruang publik yang tertata, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta wisatawan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Puting Beliung Hantam Rejang Lebong, 30 Rumah Warga Rusak dalam Hitungan Menit
Terungkap! Ayah Tiri di Kaur Eksploitasi Anak, Dijual ke Empat Pria
Genjot Ekonomi Rakyat, Program PSR Bengkulu 2026 Targetkan 3.500 Hektare Sawit Diremajakan
Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah
Pelindo Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri Pulau Baai, Bengkulu Bidik Lonjakan Investasi
Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini
Menhan RI Rencanakan 10 Batalyon di Bengkulu, Perkuat Pertahanan Daerah
Jangan Pecat PPPK, DPRD Sarankan Geser Belanja Penghasilan Pegawai ke Belanja Barang dan Jasa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 20:33 WIB

Puting Beliung Hantam Rejang Lebong, 30 Rumah Warga Rusak dalam Hitungan Menit

Sabtu, 4 April 2026 - 20:14 WIB

Terungkap! Ayah Tiri di Kaur Eksploitasi Anak, Dijual ke Empat Pria

Sabtu, 4 April 2026 - 14:43 WIB

Genjot Ekonomi Rakyat, Program PSR Bengkulu 2026 Targetkan 3.500 Hektare Sawit Diremajakan

Sabtu, 4 April 2026 - 14:06 WIB

Wali Kota Ultimatum Warem, Pantai Panjang Ditertibkan Demi Wisata Bersih

Jumat, 3 April 2026 - 14:18 WIB

Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah

Berita Terbaru