BENGKULUBAROMETER – Bank Bengkulu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 pada Senin, 13 April 2026, dengan suasana penuh syukur dan semangat pembaruan. Perayaan digelar sederhana namun bermakna melalui upacara di halaman kantor utama, serta diisi berbagai kegiatan sosial seperti donor darah dan pembagian sembako ke panti asuhan.
Momentum ini menjadi penegas perjalanan panjang Bank Bengkulu sebagai bank kebanggaan daerah yang terus tumbuh dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Iswahyudi menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, usia 55 tahun merupakan fase matang yang mencerminkan ketahanan dan pengalaman panjang Bank Bengkulu dalam melayani masyarakat.
“Alhamdulillah Bank Bengkulu sudah memasuki usia 55 tahun. Ini usia yang cukup matang. Kita patut bersyukur karena bank ini mampu bertahan dan terus berkembang hingga saat ini,” ujar Iswahyudi.
Namun, ia mengingatkan bahwa usia matang bukan berarti tanpa tantangan. Justru di fase ini, Bank Bengkulu harus semakin waspada dan terus melakukan pembenahan agar tetap sehat dan kompetitif di tengah persaingan industri perbankan.
“Seperti manusia, di usia dewasa biasanya muncul berbagai tantangan. Karena itu Bank Bengkulu harus terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah yang terus berubah,” jelasnya.
Salah satu fokus utama yang ditekankan Iswahyudi adalah percepatan transformasi digital. Ia menilai, layanan perbankan saat ini tidak lagi bisa mengandalkan cara konvensional, melainkan harus berbasis teknologi yang cepat, praktis, dan mudah diakses masyarakat.
“Digitalisasi itu sudah menjadi keharusan. Sekarang semua serba handphone. Layanan harus cepat, mudah, dan tidak boleh ada gangguan. ATM juga harus selalu siap, jangan sampai kosong saat momen penting seperti gajian,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat posisi Bank Bengkulu di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat.
Tidak hanya dari sisi teknologi, Iswahyudi juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir sumber daya manusia (SDM). Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan sangat ditentukan oleh sikap dan kesiapan pegawai dalam melayani nasabah.
“Karyawan tidak bisa lagi hanya menunggu di kantor. Kita harus jemput bola, proaktif, dan melayani dengan sungguh-sungguh. Pelayanan terbaik itu dimulai dari SDM yang siap berubah,” katanya.
Ia menambahkan, Bank Bengkulu ke depan harus mampu menghadirkan layanan yang lebih efisien, sehingga nasabah tidak lagi dihadapkan pada antrean panjang di kantor.
“Dengan sistem yang semakin online, ke depan kita harapkan tidak ada lagi antrean, baik di kantor maupun di layanan lainnya. Semua harus cepat dan efisien,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-55 ini sekaligus menjadi titik refleksi dan pijakan baru bagi Bank Bengkulu untuk terus berinovasi. Di bawah kepemimpinan Iswahyudi, bank daerah ini diharapkan mampu memperkuat citra sebagai lembaga keuangan yang modern, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









