Lapangan Pesantren Pancasila Disulap Jadi Kamp Pengungsian Darurat

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim medis memberikan pertolongan pertama kepada korann bencana alam dalam simulasi pada Kamis 11 Desember 2025.

Tim medis memberikan pertolongan pertama kepada korann bencana alam dalam simulasi pada Kamis 11 Desember 2025.

BENGKULUBAROMETER – Lapangan Pesantren Pancasila di Kelurahan Jembatan Kecil berubah menjadi lautan manusia, Kamis (11/12). Ratusan warga, pelajar, tenaga medis, dan aparat TNI berpadu dalam hiruk-pikuk ala kondisi darurat. Ambulans datang silih berganti, membawa “korban luka” yang langsung ditangani tim medis Korem 041/Gamas sebelum dirujuk ke Rumah Sakit DKT.

Namun suasana genting itu bukan bencana sesungguhnya. Korem 041/Gamas tengah menggelar simulasi penanggulangan bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Bengkulu menghadapi potensi megathrust dan siklon yang diprediksi BMKG berlangsung hingga Februari 2026.

Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, SE, M.Han, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan lanjutan dari gelar pasukan yang dilakukan pada pekan sebelumnya. Hari pertama latihan digelar di kawasan Danau Dendam Tak Sudah dengan skenario banjir bandang dan evakuasi korban tenggelam. Hari kedua berfokus pada penanganan korban, pendirian posko darurat, hingga distribusi bantuan makanan di lokasi pengungsian.

“Simulasi ini dilakukan selama dua hari, dari pertolongan korban tenggelam hingga tanah longsor, termasuk penanganan korban di pos kesehatan dan pemberian makanan kepada masyarakat di lokasi pengungsian,” ujar Danrem.

Baca Juga :  Pleidoi Terdakwa Setwan Kepahiang: PH Budi Hartono Nilai Angka KN Muncul Tanpa Rincian Perjalanan Dinas

Lebih dari ratusan pelajar dan warga dilibatkan secara langsung. Mereka tidak hanya menjadi pengamat, namun juga berperan sebagai korban, pengungsi, atau relawan sehingga suasana benar-benar menyerupai kondisi krisis sebenarnya. Tak heran, dari luar kegiatan ini tampak seperti operasi penyelamatan sungguhan.

Simulasi ini bukan tanpa alasan. Menurut BMKG, mulai November 2025 hingga Februari 2026, wilayah Indonesia bagian selatan—termasuk Bengkulu—berpotensi mengalami ancaman megathrust dan siklon tropis. Ketiga provinsi tetangga di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, juga tengah mengalami bencana beruntun.

“Artinya, kerawanan bencana sangat dimungkinkan terjadi di wilayah Bengkulu. Karena itu, seluruh pasukan dan unsur terkait harus benar-benar siap,” tegas Brigjen Jatmiko.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan simulasi tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi. Seluruh Kodim di sembilan kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu dijadwalkan menggelar latihan serupa secara serentak. Ke depan, kegiatan ini akan berlangsung rutin dua minggu sekali dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kegiatan ini akan terus kita lakukan secara berkala. Kita bekerja sama dengan BPBD untuk memastikan kesiapan semua pihak jika bencana benar-benar terjadi,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Perketat Pengawasan Tambang MBLB, PAD Ditarget Meningkat

Meski simulasi berjalan lancar, Danrem mengakui masih ada sejumlah kekurangan penting dalam kesiapsiagaan peralatan. Menurutnya, korem dan jajaran masih memerlukan tambahan Handy Talkie (HT), perahu evakuasi, dan sejumlah ambulans untuk memperkuat lini komando dan mobilisasi pasukan ketika bencana melanda.

“Dari kegiatan ini kita masih ada kekurangan peralatan seperti HT, perahu, serta ambulans. Tapi kita tetap optimistis bahwa pasukan akan bekerja maksimal dengan kondisi yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hampir semua personel sudah menjalani latihan evakuasi menggunakan ambulans sejak sehari sebelumnya. Lapangan Pesantren Pancasila dipilih sebagai titik pengungsian utama dengan pertimbangan akses yang mudah serta tersedianya area luas untuk tenda-tenda logistik dan distribusi makanan.

Kegiatan simulasi penanggulangan bencana Bengkulu ini tidak hanya menitikberatkan pada latihan teknis militer dan medis, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat. Warga yang terlibat langsung dapat melihat secara nyata bagaimana prosedur evakuasi, cara mendapatkan pertolongan pertama, serta bagaimana pengungsian dikelola ketika bencana terjadi.

“Warga harus tahu apa yang harus dilakukan saat bencana. Karena bencana datang tanpa bisa ditebak,” tambah Danrem.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru