BENGKULUBAROMETER – Komitmen menjaga lingkungan kembali ditunjukkan PT Bio Nusantara Teknologi bersama PT Sanabi Indah Lestari (PT SIL) melalui aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan bantaran Sungai Sei Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan yang digelar bersama Dewan Eksekutif Wilayah Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Bengkulu tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.
Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pemberdayaan Masyarakat DLHK Provinsi Bengkulu, Ahmad Sopian, S.Hut mengatakan PT Bio Nusantara Teknologi dan PT SIL dinilai menjadi perusahaan yang serius menjalankan instruksi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, terkait penghijauan di kawasan bantaran sungai.
Menurutnya, gubernur sebelumnya telah meminta seluruh perusahaan perkebunan tidak menanam kelapa sawit di sempadan sungai hingga radius 50 meter demi menjaga ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan.
“Kami mengapresiasi PT Bio Nusantara Teknologi yang berkomitmen menjalankan instruksi gubernur untuk melakukan penanaman pohon di bantaran sungai wilayah perusahaan,” ujar Ahmad Sopian.
Ia menjelaskan, arahan tersebut disampaikan saat launching gerakan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di bantaran Sungai Lemau pada 30 Desember 2025 lalu.
Namun hingga kini, baru PT Bio Nusantara Teknologi dan PT SIL yang dinilai konsisten melanjutkan program penghijauan tersebut.
“Hari ini kita melihat kembali hanya PT Bio Nusantara Teknologi dan PT SIL yang tetap melanjutkan penanaman pohon setelah gerakan serentak Desember 2025 lalu,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT Bio Nusantara Teknologi, Rizki Lubis menegaskan kegiatan penghijauan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Rizki, perusahaan tidak hanya melakukan penanaman pohon sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk menjaga kawasan daerah aliran sungai (DAS).
“Kegiatan penanaman pohon ini telah menjadi salah satu pionir dari manajemen kami. Yang dimana ini memang diterapkan oleh manajemen pusat harus tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, perusahaan telah menyiapkan sekitar 10 ribu bibit tanaman berupa bambu dan tanaman buah untuk penghijauan di sejumlah wilayah perusahaan.
Selain itu, hampir 2 ribu pohon telah ditanam di kawasan sekitar DAS Sei Lemau.
“Yang sudah mulai kita tanam di areal seputaran DAS ini sudah hampir 2 ribu pohon,” jelas Rizki.
Perusahaan juga tetap menjaga sempadan sungai dengan menyisakan area sejauh 50 meter yang tidak dibuka untuk perkebunan sawit.
Langkah tersebut dilakukan agar kawasan aliran sungai tetap terjaga dan mampu mengurangi risiko banjir di Bengkulu yang memiliki curah hujan cukup tinggi.
Rizki menegaskan program penghijauan tersebut akan terus dilakukan hingga ke wilayah perbatasan perusahaan dan area perkebunan lainnya seperti Estate Ketahun dan Lubuk Banyau.
Ia berharap langkah yang dilakukan perusahaan dapat menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan lainnya di Bengkulu agar ikut aktif menjaga lingkungan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









