BENGKULUBAROMETER – Gelombang kepedihan yang menyelimuti warga Sumatra Barat (Sumbar) pascabencana hidrometeorologi dalam sekejap mengubah pemandangan permukiman di sejumlah lokasi. Salah satu titik yang dikunjungi langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi adalah kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Puluhan rumah tersapu, ratusan lainnya rusak berat, dan aktivitas warga mendadak berhenti di tengah gempuran bencana yang datang tiba-tiba.
Di tengah kondisi itulah, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan tiba di Padang membawa pesan solidaritas. Kedatangannya bukan sekadar menyerahkan bantuan uang, tetapi meninjau langsung kondisi terdampak dan berinteraksi dengan warga yang terpaksa mengungsi. Kunjungan kemanusiaan ini menjadi simbol bahwa hubungan antardaerah di Sumatera bukan sebatas administratif, tetapi bertaut kuat pada rasa persaudaraan.
Setibanya di Batu Busuk, Helmi mendapati pemandangan yang mengguncang batin. Puing-puing rumah menumpuk, barang-barang yang tak sempat diselamatkan berserakan, sementara warga berusaha menyusun kembali harapan di tengah keterbatasan. Dari data lapangan, sebanyak 123 rumah dilaporkan hancu. Banyak keluarga kehilangan tempat berteduh, sebagian lainnya terpaksa tinggal di bangunan sekolah dan fasilitas umum.
Dalam suasana itulah Helmi menekankan pentingnya pemulihan bagi kelompok paling rentan yakni anak-anak . Ia membawa bantuan pendidikan agar mereka bisa segera kembali ke sekolah. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci agar pemulihan sosial berjalan lebih cepat. Anak-anak yang kehilangan buku, seragam, atau ruang kelas, tetap harus memiliki kesempatan untuk belajar tanpa hambatan.
“Anak-anak yang masih sekolah, insyaAllah kami bantu juga,” ujarnya.
Bersamaan dengan bantuan pendidikan itu, Helmi juga menyerahkan berbagai bentuk dukungan bagi keluarga yang kehilangan rumah. Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban awal sebelum pemerintah daerah setempat memulai tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kunjungan kemanusiaan ini juga memperlihatkan kekompakan antarpimpinan daerah di Bengkulu. Helmi tidak datang sendirian. Ia didampingi Wali Kota Bengkulu, Bupati Rejang Lebong, Bupati Bengkulu Utara, dan Wakil Bupati Mukomuko, serta wakil ketua I DPRD Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnainn Kehadiran para kepala daerah itu menunjukkan bahwa solidaritas bukan hanya pernyataan, tetapi tindakan kolektif. Ada pesan kuat bahwa penderitaan warga Sumbar juga dirasakan hingga ke Bengkulu.
“Sumbar dan Bengkulu adalah saudara. Kami akan selalu bersama saudara-saudara di sini,” pungkasnya
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyerahkan *bantuan sebesar Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumbar. Selain itu, ambulans “Bantu Rakyat” turut mengantar langsung bantuan ke titik-titik terdampak untuk memastikan distribusi berjalan cepat. Kehadiran ambulans tersebut bukan sekadar penyalur logistik, tetapi juga dukungan emosional bahwa Sumbar tidak sendiri.
Di SMPN 44 Padang, tempat ratusan korban selamat mengungsi, Helmi menyampaikan pesan ketabahan. Ia mendorong warga melihat musibah sebagai ujian yang harus dihadapi bersama dengan kekuatan dan keteguhan hati. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, harapan, dan semangat untuk bangkit kembali.
“Jadikan musibah ini sebagai momentum untuk lebih akrab dengan Allah SWT. Tetap kuat, tetap sabar,” katanya
Menurutnya, hubungan antara Bengkulu dan Sumbar sudah seperti keluarga. Ketika satu daerah tertimpa bencana, daerah lain akan datang membantu. Solidaritas itu menjadi modal yang tak ternilai dalam menghadapi krisis. Pada akhir kunjungannya, Helmi menegaskan bahwa komitmen Bengkulu tidak berhenti pada kunjungan semata. Ia memastikan dukungan akan terus diberikan sesuai kemampuan pemerintah daerah dan warga Bengkulu.









