Bank Raya Luncurkan Fitur Uang Saku, Dorong Literasi Finansial Anak Sejak Usia Sekolah

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Raya

Bank Raya

BENGKULUBAROMETER – Bank Raya semakin agresif memposisikan diri sebagai bank digital yang peduli pada edukasi finansial generasi muda. Terbaru, bank yang merupakan bagian dari BRI Group itu memperkenalkan fitur baru bernama “Uang Saku” di aplikasi Raya. Fitur ini menyasar anak usia 10 hingga 16 tahun sebagai pengguna utama, namun tetap berada dalam pengawasan penuh orang tua. Tujuannya jelas—membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.

Dalam dunia yang kian digital, transaksi keuangan menjadi semakin mudah. Anak-anak yang tumbuh di era gawai dan internet cenderung akrab dengan dompet digital, pembayaran QRIS, serta top up saldo e-wallet. Di sisi lain, tantangan edukasi finansial semakin kompleks. Di sinilah Bank Raya mencoba hadir dengan solusi.

Uang Saku berfungsi layaknya tabungan digital, tetapi terdapat batasan dan pengawasan. Orang tua dapat membuka hingga lima saku berbeda untuk anak, sehingga dapat membagi kebutuhan seperti jajan sekolah, tabungan jangka pendek, dan kebutuhan mendadak. Pembukaan rekening mensyaratkan selfie antara orang tua dan anak serta verifikasi melalui video call tim Raya. Proses ini memastikan keamanan dan validitas identitas.

Baca Juga :  Dedy Wahyudi Turun Langsung, Drainase Tersumbat di Pintu Batu Dibersihkan

Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menegaskan bahwa fondasi kemandirian finansial dimulai dari kebiasaan kecil. Menurutnya, orang tua memegang peranan penting dalam memberikan contoh dan pendampingan. Dengan adanya fitur Uang Saku, orang tua dapat memonitor, menonaktifkan, mengaktifkan, menghapus, menambah atau memindahkan saldo. Semuanya dilakukan secara digital, real time, dan transparan.

Bank Raya melihat tren positif dalam pertumbuhan pengguna. Hingga September 2025, aplikasi Raya mencatat lebih dari 1,6 juta nasabah. Transaksi melonjak 45,4 persen secara tahunan dengan mencapai 3,8 juta transaksi. Sementara simpanan digital tumbuh pesat sebesar 61,4 persen atau mencapai Rp 1,75 triliun. Angka ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.

Di tengah persaingan bank digital, Uang Saku menjadi inovasi diferensiatif. Banyak platform menawarkan transaksi cepat, tetapi sedikit yang menawarkan edukasi finansial terstruktur bagi anak. Bank Raya mencoba memasuki ruang itu dengan pendekatan yang tidak hanya fungsional, namun juga edukatif.

Baca Juga :  Gubernur Bengkulu Janjikan Bonus Rp1 Miliar bagi Atlet Peraih Emas, Infrastruktur Olahraga Ikut Dibenahi

Bank Raya percaya bahwa literasi keuangan akan berdampak pada inklusi keuangan nasional. Anak-anak yang sejak dini memahami konsep mengatur uang akan tumbuh menjadi generasi yang lebih mandiri dan bijak dalam keuangan pribadi. Ini sejalan dengan visi BRI Group dalam memperluas akses keuangan yang inklusif.

Ke depan, Bank Raya berencana terus mengembangkan fitur edukasi keuangan yang lebih intuitif dan interaktif di dalam aplikasi Raya. Mereka menargetkan agar keluarga Indonesia tidak hanya menggunakan layanan bank digital untuk transaksi, tetapi juga sebagai medium pembelajaran. Dengan langkah ini, Bank Raya berharap mampu memperluas basis pengguna sekaligus meningkatkan kualitas literasi keuangan di Indonesia.

Inovasi Uang Saku membuka peluang baru bagi orang tua dalam mengelola pola konsumsi anak di era digital. Dari sudut pandang keluarga, fitur ini tidak hanya memudahkan, tetapi juga memberikan kontrol. Dari sudut pandang anak, ini melatih kedisiplinan dan kesadaran keuangan. Dari sudut pandang industri, ini merupakan gebrakan yang dapat memicu standar baru dalam layanan bank digital.

 

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya
Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat
Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras
Rumah Mantan Kadis Tambang BU Digeledah, Kejati Bengkulu Kejar TSK Baru
DPD RI dan Kementerian Desa Sepakat Luncurkan Program Green Village Nasional
Menembus Jarak Ribuan Kilometer, HPMPI Antar 100 Solar Cell untuk Korban Banjir Aceh
Ini Jadwal Pengukuhan Pengurus Sasaka Nusantara DPD Istimewa Jeddah, Siapa Saja Pengurusnya?
PLTA Musi Digerebek! Kejati Bengkulu Geledah 3 Kota, Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Proyek PLN
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:02 WIB

Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:36 WIB

Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:06 WIB

Rumah Mantan Kadis Tambang BU Digeledah, Kejati Bengkulu Kejar TSK Baru

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:18 WIB

DPD RI dan Kementerian Desa Sepakat Luncurkan Program Green Village Nasional

Berita Terbaru

Bank Raya Indonesia mendorong inklusi keuangan digital melalui Program Pesta Raya dan Raya Poin Flash Sale. Nasabah bisa tukar poin dengan hadiah menarik hingga mobil listrik.

Berita Terkini

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Jumat, 16 Jan 2026 - 20:21 WIB