BENGKULUBAROMETER – Hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu sejak Kamis malam, 1 Januari hingga Jumat malam, 2 Januari, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Salah satu titik terparah terjadi di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu. Kawasan ini memang dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.
Jalan Kalimantan, yang menjadi jalur vital penghubung pusat Kota Bengkulu menuju kawasan utara dan akses utama ke Kampus Universitas Bengkulu, tergenang air sejak Jumat sore. Genangan mulai terlihat sekitar pukul 16.00 WIB dan dalam waktu singkat air naik hingga setinggi lutut orang dewasa.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas lumpuh total. Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan panjang. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa berhenti di tengah jalan karena mesin mati mendadak setelah nekat menerobos genangan air yang cukup dalam.
Beberapa mahasiswa dan warga yang hendak melintas menuju kampus maupun kembali ke rumah terpaksa menunggu berjam-jam. Tidak sedikit yang memilih memutar arah karena khawatir kendaraan rusak. Sementara itu, pengendara mobil berjalan perlahan dengan risiko air masuk ke bagian mesin.
Warga sekitar, Nando, mengatakan bahwa kejadian serupa hampir selalu terulang setiap musim hujan.
“Sejak jam empat sore tadi sudah banyak motor mogok. Airnya cepat naik, enggak sampai satu jam sudah setinggi itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Nando, ketinggian air sempat hampir mencapai knalpot motor. Ia bersama warga lain berinisiatif membantu mendorong kendaraan yang mogok ke tempat yang lebih aman.
“Kalau enggak dibantu, kasihan pengendara, apalagi ibu-ibu dan mahasiswa,” katanya.
Hingga pukul 20.00 WIB, hujan masih turun cukup lebat dan genangan belum sepenuhnya surut. Beberapa titik di Jalan Kalimantan masih tergenang air dengan arus yang cukup deras. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra waspada.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan serius, terutama perbaikan sistem drainase. Selama ini, saluran air di kawasan Rawa Makmur dinilai tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Ditambah lagi, sedimentasi dan sampah kerap memperparah kondisi.
“Kalau hujan lama sedikit, pasti banjir. Kami harap ada solusi permanen, bukan cuma normalisasi sementara,” ujar Nando.
Banjir yang terus berulang ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan mobilitas masyarakat. Jalan Kalimantan merupakan jalur strategis yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Jika dibiarkan, banjir dikhawatirkan akan semakin parah di masa mendatang.









