Desa Protes, Data Bansos Kacau: Destita Desak Perbaikan Sistem Nasional

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Persoalan data bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan tajam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI bersama Kementerian Sosial RI, Rabu (15/4/2026). Ketidaksesuaian data penerima bansos dengan kondisi nyata di lapangan memicu gelombang keluhan dari daerah, bahkan menimbulkan protes di tingkat desa.

Dalam rapat yang dihadiri Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos/PJS) Kemensos RI, Agus Zainal Arifin, pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009, terutama terkait integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran bansos dan program Jaminan Kesehatan Nasional.

Anggota DPD RI asal Bengkulu, Apt Destita Khairilisani, mengungkapkan bahwa banyak kepala desa mengeluhkan ketidaksinkronan data antara usulan dari desa dengan data yang ditetapkan pemerintah pusat. Kondisi ini dinilai menjadi akar persoalan yang terus berulang.

“Keluhan ini terus datang dari daerah. Data yang diajukan desa sering tidak sama dengan yang ditetapkan, sehingga memicu protes masyarakat,” ujar Destita.

Baca Juga :  Adi Mambrasar Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Humanis Melayani Masyarakat Papua

Menurutnya, persoalan ini menunjukkan masih lemahnya sistem integrasi data sosial ekonomi nasional. Padahal, pemerintah desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakat di wilayahnya.

Ia menegaskan, jika data tidak akurat, maka bantuan sosial berpotensi salah sasaran. Dampaknya tidak hanya merugikan masyarakat yang berhak, tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap program pemerintah.

Selain masalah akurasi data, Destita juga menyoroti lambatnya proses reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Di lapangan, banyak warga yang datang berobat hanya bermodalkan KTP, namun tidak bisa langsung dilayani karena status kepesertaan tidak aktif.

“Ketika status tidak aktif, masyarakat harus melalui proses panjang untuk reaktivasi. Ini menjadi kendala serius, apalagi bagi warga yang butuh layanan kesehatan cepat,” tegasnya.

Kondisi ini dinilai memperlihatkan adanya celah dalam sistem pelayanan yang seharusnya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Baca Juga :  Kereta Molek Angkut Sembako ke Lebong Tandai, Terjun Jurang Sedalam 20 Meter

Meski demikian, Destita tetap mengapresiasi langkah Kementerian Sosial yang telah menghadirkan berbagai layanan digital, seperti call center, WhatsApp pengaduan, hingga aplikasi cek bansos. Namun, ia menilai pemanfaatan layanan tersebut belum optimal karena minimnya sosialisasi.

“Layanan sudah ada, tapi belum banyak diketahui masyarakat. Sosialisasi harus diperkuat, terutama melalui media sosial agar masyarakat bisa aktif mengecek dan mengajukan sanggahan data,” katanya.

RDP ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem data bansos. Integrasi data yang akurat, transparan, dan berbasis kondisi lapangan dinilai menjadi kunci agar program perlindungan sosial benar-benar tepat sasaran.

Jika tidak segera diperbaiki, persoalan klasik seperti salah sasaran dan keterlambatan layanan dipastikan akan terus berulang, dan pada akhirnya merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima bantuan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB