Pengembalian Rp4,9 Miliar Jadi Babak Baru Kasus Dugaan Korupsi Sistem Kontrol PLTA Musi

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Kejaksaan Tinggi Bengkulu kembali menegaskan keseriusannya dalam menuntaskan perkara dugaan tindak pidana korupsi. Kali ini, dugaan Korupsi di sektor ketenagalistrikan.

Penanganan kasus penggantian Sistem Kontrol Utama (SKU) pada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan/PLN Indonesia Power memasuki babak penting dengan adanya pengembalian kerugian keuangan negara Rp4,9 Miliar.

Perkembangan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Kejaksaan Tinggi Bengkulu pada Rabu, 5 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Asisten Intelijen Kejati Bengkulu Dr. David P. Duarsa menjelaskan bahwa pengembalian uang ini merupakan hasil dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan atas dugaan korupsi proyek tahun anggaran 2022–2023.

“Pengembalian kerugian keuangan negara telah dilakukan oleh beberapa pihak yang terkait dengan perkara ini. Total nilai yang telah dititipkan kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu mencapai Rp4.951.139.989,” ujar David.

Baca Juga :  Penasehat Hukum Desak Pegusutan Aktor Lain Kasus PHL Perumda Tirta Hidayah

Ia merinci, pengembalian tersebut berasal dari tiga pihak, yakni Direktur Utama PT Citra Wahana Sekar Buana sebesar Rp424.824.200, Sales Manager PT Yokogawa Indonesia sekaligus Direktur PT Ostrada sebesar Rp526.315.789, serta Direktur PT Hensan Putera Andalas sebesar Rp4 miliar. Seluruh dana tersebut kini diamankan melalui Rekening Penampung Lainnya (RPL) Kejati Bengkulu.

Meski demikian, David menegaskan bahwa pengembalian uang negara tidak serta-merta mengakhiri proses hukum. Menurutnya, langkah tersebut hanyalah bagian dari rangkaian penegakan hukum dan tidak menghapus pertanggungjawaban pidana para pihak yang terlibat.

“Pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan unsur pidana. Proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Kasus ini sendiri berkaitan dengan proyek penggantian Sistem Kontrol Utama pada fasilitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memiliki peran vital dalam sistem kelistrikan regional Sumatera bagian selatan. Dugaan korupsi dalam proyek strategis seperti ini dinilai berpotensi merugikan negara sekaligus mengganggu layanan publik.

Baca Juga :  Aset Belum Tertata, Utang Pemprov Bengkulu Rp682 Miliar Jadi Catatan Pansus

Kejaksaan Tinggi Bengkulu menilai, keberhasilan memulihkan sebagian besar kerugian negara menjadi bukti bahwa upaya penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada penyelamatan dan pemulihan keuangan negara.

David menambahkan, Kejati Bengkulu berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia juga memastikan bahwa setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara hati-hati dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Dengan adanya pengembalian dana hampir Rp5 miliar ini, Kejaksaan Tinggi Bengkulu berharap kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan korupsi, dapat terus meningkat. Proses hukum selanjutnya akan terus dikawal hingga perkara ini memperoleh kekuatan hukum tetap.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Berita Terbaru