BENGKULUBAROMETER – Pasca banjir besar yang melanda Kabupaten Lebong, ribuan warga kini menghadapi masalah baru seperti krisis air bersih. Namun, kondisi tersebut mulai teratasi setelah Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, menerjunkan satu unit kendaraan penjernih air (water treatment) ke lokasi terdampak.
Banjir yang terjadi beberapa hari lalu berdampak pada 6.395 jiwa. Salah satu wilayah yang paling parah terdampak adalah Desa Nangai Amen, Kecamatan Amen. Di daerah ini, instalasi PDAM mengalami kerusakan serius akibat terjangan banjir.
Akibatnya, ratusan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa menggunakan air kotor untuk kebutuhan sehari-hari selama beberapa hari.
Kapolda Bengkulu yang turun langsung ke lokasi pada Rabu 8 April 2026 menjelaskan bahwa banjir kali ini jauh lebih besar dari biasanya.
“Biasanya daerah ini hanya banjir setinggi lutut. Tapi kemarin mencapai dada orang dewasa. Ini sangat luar biasa,” ujar Mardiyono.
Melihat kondisi tersebut, Polda Bengkulu langsung bergerak cepat. Salah satu langkah utama adalah mengirim kendaraan water treatment yang mampu mengolah air kotor menjadi air bersih.
Menurut Kapolda, alat tersebut sangat membantu masyarakat. Dalam waktu singkat, air yang sebelumnya tidak layak pakai bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Satu jam beroperasi, alat ini sudah bisa menghasilkan banyak air bersih untuk warga,” jelasnya.
Selain itu, anggota kepolisian juga turun langsung membantu membersihkan rumah warga, jalan, serta fasilitas umum yang terdampak banjir.
Kehadiran alat penjernih air ini menjadi solusi penting di tengah kondisi darurat. Sebab, kerusakan instalasi PDAM membuat distribusi air bersih terhenti total.
Kapolda menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat, memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih tetap terpenuhi,” katanya.
Kini, warga mulai merasakan manfaat dari bantuan tersebut. Air bersih yang sebelumnya sulit didapat kini sudah tersedia di lokasi pengungsian maupun permukiman warga.
Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka berharap bantuan serupa terus berlanjut hingga kondisi benar-benar pulih.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









