BENGKULUBAROMETER – Inspektorat Provinsi Bengkulu terus memperkuat kinerja pengawasan dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai. Saat ini, Inspektorat memiliki total 152 pegawai yang terdiri dari aparatur sipil negara dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Hal ini disampaikan Inspektur Provinsi Bengkulu, Heru Susanto, dalam kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja (PK) Inspektorat Provinsi Bengkulu, Senin (9/2). Menurut Heru, jumlah pegawai tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pengawasan secara menyeluruh.
“Total pegawai Inspektorat saat ini sebanyak 152 orang, terdiri dari 141 ASN dan 11 PPPK paruh waktu,” ujarnya.
Heru menegaskan, kuantitas pegawai harus diimbangi dengan kualitas dan integritas. Oleh karena itu, Inspektorat terus mendorong peningkatan profesionalisme serta akuntabilitas seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengawasan.
Ia menyebutkan, Inspektorat memiliki peran strategis dalam membantu gubernur melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh perangkat daerah. Tugas ini tidak ringan, mengingat luasnya cakupan program dan kegiatan pemerintahan daerah.
Dalam arahannya, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Nandar Munadi, menekankan pentingnya komitmen seluruh pegawai Inspektorat dalam menjalankan tugas sesuai target yang telah ditetapkan pada tahun 2026.
“Peran Inspektorat sangat vital. Dengan SDM yang ada, kita harus bekerja maksimal dan menjaga kepercayaan pimpinan serta masyarakat,” kata Nandar.
Ia menjelaskan, pengawasan internal yang dilakukan Inspektorat mencakup audit, review, evaluasi, serta pemantauan kinerja dan keuangan. Selain itu, Inspektorat juga berperan dalam koordinasi pencegahan korupsi dan mendorong reformasi birokrasi.
Nandar juga menyinggung capaian Pemerintah Provinsi Bengkulu yang kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari peran Inspektorat dalam mengawal tata kelola keuangan daerah.
Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak berpuas diri. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten, terutama sejak tahap perencanaan, agar potensi masalah dapat dicegah sejak dini.
Heru Susanto menambahkan, Inspektorat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan serta aktif dalam pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurutnya, integritas pegawai menjadi kunci utama keberhasilan pengawasan.
“Inspektorat Provinsi Bengkulu optimistis mampu menjalankan peran sebagai pengawal pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutupnya
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









