BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kota Bengkulu bersiap melakukan perubahan besar di kawasan pusat perbelanjaan Pasar Minggu. Mulai pekan depan, Jalan KZ Abidin resmi diberlakukan sistem satu arah atau one way. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini dikeluhkan masyarakat: kemacetan dan semrawutnya pedagang di badan jalan.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memastikan seluruh persiapan hampir rampung. Saat ini, pemerintah tengah menuntaskan pembangunan awning di samping PTM untuk menampung pedagang yang belum mendapatkan tempat di dalam pasar.
“Targetnya minggu depan segera diterapkan. Saat ini kita sedang menuntaskan pembangunan awning di samping PTM untuk menampung pedagang yang belum masuk ke area pasar,” tegas Dedy.
Selama bertahun-tahun, Jalan KZ Abidin dikenal sebagai titik macet, terutama pada jam sibuk. Tumpahan pedagang hingga ke badan jalan membuat arus kendaraan tersendat. Tidak hanya itu, kondisi jalan yang becek dan berlubang semakin memperparah situasi.
Dengan sistem satu arah, kendaraan hanya diperbolehkan masuk melalui Jalan KZ Abidin 1. Sementara untuk keluar, pengendara akan diarahkan melalui jalan di samping Mega Mall. Dari sana, kendaraan bisa lurus menuju Jalan KZ Abidin 2 (eks Barata) atau masuk ke kawasan Pasar Minggu Bertingkat menuju Jalan Bangka Sentiong.
Skema ini disusun Dinas Perhubungan sebagai bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh. Pemerintah memastikan tidak ada lagi aktivitas jual beli di bahu jalan setelah sistem diberlakukan.
Langkah ini tidak berdiri sendiri. Penerapan one way menjadi satu paket dengan program relokasi pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang akan dipindahkan ke dalam gedung PTM atau ke awning resmi yang telah disiapkan pemerintah.
Penataan ini diharapkan mengubah wajah Pasar Minggu menjadi lebih tertib dan nyaman. Akses kendaraan menjadi lancar, pembeli pun lebih leluasa berbelanja tanpa harus berdesakan dengan kendaraan yang melintas.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mulai menyesuaikan diri dengan perubahan arus lalu lintas tersebut. Sosialisasi akan terus dilakukan agar kebijakan berjalan lancar tanpa kebingungan di lapangan.
Jika kebijakan ini berjalan sesuai rencana, kawasan Pasar Minggu tak lagi identik dengan kemacetan dan kesan kumuh. Pemkot Bengkulu optimistis perubahan ini menjadi awal pembenahan kawasan perdagangan yang lebih modern dan tertata.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









