BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tancap gas mengejar peningkatan status Kota Layak Anak (KLA) dari tingkat Pratama menjadi Madya pada 2026. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat pengumpulan data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Upaya ini dinilai krusial, mengingat selama tiga tahun terakhir Kota Bengkulu masih bertahan di level Pratama. Kini, Pemkot ingin naik kelas dengan memperbaiki berbagai indikator penilaian yang masih belum maksimal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Rosminiarty, menegaskan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat bersama seluruh OPD untuk memastikan kelengkapan data sebagai syarat utama penilaian KLA.
“Kami melaksanakan pertemuan lintas sektor untuk mengumpulkan data Kota Layak Anak. Kota Bengkulu sudah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Pratama,” ujar Rosminiarty, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, target peningkatan ke level Madya bukan sekadar ambisi, tetapi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Bengkulu.
“Target kami tahun 2026 ini adalah naik ke predikat Madya. Untuk itu, kami melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk melalui perubahan anggaran di akhir tahun 2025,” jelasnya.
Rosminiarty mengakui, salah satu kendala utama dalam proses penilaian KLA adalah belum optimalnya kelengkapan data dari OPD. Karena itu, pihaknya mengambil langkah aktif dengan tidak hanya menunggu laporan masuk, tetapi juga melakukan pendekatan langsung.
“Kami sudah bersurat ke seluruh OPD. Jika data belum juga masuk, maka kami akan jemput bola agar data bisa cepat dan akurat,” tegasnya.
Langkah jemput bola ini dilakukan agar seluruh indikator penilaian dapat terpenuhi secara maksimal dalam waktu yang relatif singkat. Pasalnya, untuk mencapai predikat Madya, Kota Bengkulu harus mengantongi nilai di atas 1.000.
Sementara itu, capaian saat ini masih berada di kisaran 500 hingga 600. Artinya, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.
“Dengan waktu beberapa bulan ke depan, kami optimistis bisa mengejar kekurangan tersebut. Mohon doa agar Kota Bengkulu bisa naik ke predikat Madya,” tambah Rosminiarty.
Tak hanya fokus pada pengumpulan data, DP3AP2KB juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menggelar forum group discussion (FGD). Kegiatan ini akan melibatkan seluruh kepala OPD guna memperkuat pemahaman sekaligus komitmen bersama dalam mendukung penilaian KLA.
“Kami akan memanggil seluruh kepala OPD untuk mengikuti FGD terkait penilaian Kota Layak Anak ini,” tutupnya.
Dengan berbagai strategi percepatan yang dilakukan, Pemkot Bengkulu optimistis mampu meningkatkan kualitas kebijakan dan program ramah anak. Jika target ini tercapai, status KLA Madya bukan hanya sekadar predikat, tetapi menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak di Kota Bengkulu.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









