Kapolda Bengkulu Disematkan Gelar “Raja Nahkona Kaitora”, Simbol Kedekatan Polri dengan Masyarakat Enggano

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GELAR ADAT : Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Kaitora di Enggano dan menerima gelar Raja Nahkona Kaitora dalam prosesi adat sakral. (Selasa-1404-2024)--FOTO: IST//MBG.

GELAR ADAT : Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Kaitora di Enggano dan menerima gelar Raja Nahkona Kaitora dalam prosesi adat sakral. (Selasa-1404-2024)--FOTO: IST//MBG.

BENGKULUBAROMETER – Momen penuh makna mewarnai kunjungan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, ke Pulau Enggano, Selasa 14 April 2026. Dalam rangkaian Ekspedisi Berkah Bhayangkara Bengkulu 2026, ia resmi dikukuhkan sebagai warga kehormatan Suku Kaitora melalui prosesi adat yang berlangsung khidmat.

Prosesi tersebut digelar di rumah adat Suku Kaitora dan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Dalam acara itu, Kapolda tidak hanya diterima sebagai bagian dari komunitas adat, tetapi juga dianugerahi gelar kehormatan “Raja Nahkona Kaitora”.

Pengukuhan dilakukan secara simbolis melalui pemasangan penutup kepala adat khas Enggano oleh Ketua Suku Kaitora. Selain itu, Kapolda juga menerima senjata tradisional serta sebidang tanah sebagai tanda diterimanya ia dalam komunitas adat setempat.

Suasana berlangsung sakral. Nilai-nilai kearifan lokal terasa kuat, mencerminkan bagaimana masyarakat Enggano masih menjaga tradisi leluhur mereka hingga kini.

Baca Juga :  Relawan Dapur MBG Diminta Jadi Peserta BPJS, Tapi Harus Bayar Sendiri. Program Dinilai Setengah Hati

Dalam sambutannya, Kapolda Bengkulu menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menilai, pengukuhan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga amanah untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama di wilayah terluar,” ujar Mardiyono.

Menurutnya, Polri harus tampil sebagai institusi yang humanis, responsif, dan mampu menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus melestarikan budaya lokal.

Kehadiran Kapolda di Enggano disambut hangat oleh masyarakat. Sebelum prosesi adat, ia bersama rombongan terlebih dahulu disambut dengan pengalungan kalung khas Enggano serta tarian tradisional sebagai bentuk penghormatan.

Kunjungan ini turut didampingi oleh Bupati Bengkulu Utara, Kapolres Bengkulu Utara, Camat Enggano, serta para kepala desa dan tokoh adat.

Suasana kekeluargaan terasa sejak awal kedatangan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Warga terlihat antusias dan bangga atas kehadiran pimpinan kepolisian di wilayah mereka.

Baca Juga :  Safari Ramadhan 1447 H, Gubernur Bengkulu Perkuat Pelayanan dan Tebar Bantuan

Bagi masyarakat Enggano, pemberian gelar adat bukan hal sembarangan. Gelar tersebut memiliki makna mendalam, sebagai simbol penerimaan dan kepercayaan terhadap seseorang.

Pengukuhan Kapolda sebagai “Raja Nahkona Kaitora” menjadi tanda kuat bahwa hubungan antara Polri dan masyarakat tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyentuh nilai-nilai budaya dan sosial.

Momentum ini sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah terluar. Enggano, yang selama ini dikenal sebagai daerah terpencil, kini semakin mendapat perhatian, termasuk dari jajaran kepolisian.

Melalui pendekatan budaya seperti ini, diharapkan hubungan antara aparat dan masyarakat semakin harmonis. Tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun kepercayaan.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

Penulis : Windi junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Dirlantas Polda Bengkulu Turun Langsung Petakan Wilayah, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Berita Terbaru

Bengkulu

Inflasi Bengkulu Juli 2026 Dipicu BBM dan Biaya Pendidikan

Senin, 3 Agu 2026 - 20:50 WIB