Senator Destita Siap Kawal Smart Province

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mempercepat transformasi digital ternyata masih menghadapi berbagai tantangan serius.

Mulai dari wilayah blank spot yang belum tersentuh jaringan internet, keterbatasan penyimpanan data pemerintahan, hingga kebutuhan peningkatan sumber daya manusia dan sarana digital masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan.

Persoalan itu disampaikan langsung Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu saat menerima kunjungan anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, di Kantor Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan berbagai kebutuhan strategis daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi pelayanan publik di Bengkulu.

Menurut Nelly, transformasi digital tidak bisa berjalan maksimal jika persoalan dasar seperti jaringan internet dan infrastruktur teknologi belum merata hingga ke pelosok daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Senator Ibu Destita ke kantor kami, sehingga kami bisa menyampaikan aspirasi dan dukungan,” ujar Nelly.

Salah satu persoalan utama yang disampaikan ialah masih adanya empat wilayah blank spot di Provinsi Bengkulu yang belum memiliki akses telekomunikasi dan internet memadai. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan besar dalam pemerataan layanan digital kepada masyarakat.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkot Bengkulu Siapkan Hampir 100 Hewan Kurban

Karena itu, Kominfotik Bengkulu berharap pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah-wilayah tersebut dapat segera direalisasikan.

“Salah satunya untuk pembangunan BTS untuk empat daerah blank spot yang ada di Provinsi Bengkulu,” katanya.

Nelly menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu sebenarnya sudah melakukan berbagai langkah untuk mempercepat pemerataan akses digital. Salah satunya melalui langkah Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang sebelumnya bertemu Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, pada Maret 2026 lalu.

Pertemuan tersebut membahas penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah yang masih terjadi di sejumlah desa di Bengkulu. Pemerintah berharap masyarakat di daerah terpencil nantinya bisa menikmati akses komunikasi dan internet yang lebih baik dan merata.

Selain persoalan jaringan internet, Kominfotik Bengkulu juga mengeluhkan keterbatasan kapasitas penyimpanan data pemerintahan atau storage. Saat ini kapasitas yang tersedia dinilai belum cukup untuk menampung seluruh data pemerintahan Provinsi Bengkulu yang terus berkembang.

Padahal, program digitalisasi seperti Satu Data Bengkulu membutuhkan dukungan sistem penyimpanan yang kuat dan aman agar pelayanan pemerintahan berbasis digital dapat berjalan maksimal.

“Program lain seperti Satu Data Bengkulu juga memerlukan support, selain itu peningkatan SDM dan sarana prasarana. Sehingga terciptanya transformasi digital smart province,” lanjut Nelly.

Baca Juga :  Heboh! Polda Bengkulu Geledah 2 Dinas dan 4 Rumah Pejabat Kepahiang, Dokumen Diangkut dalam Boks

Ia berharap dukungan dari Senator Destita dapat menjadi jembatan untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan tersebut ke pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu.

Menurutnya, percepatan smart city dan smart province membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan digital tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Semoga Ibu Senator dapat mengadvokasi seluruh kepala daerah untuk mendapatkan dukungan di smart kabupaten/kotanya. Semoga ini memberikan spirit baru bagi kami untuk berbuat dari hal yang kecil,” tutupnya.

Sementara itu, Senator Destita Khairilisani menegaskan komitmennya untuk ikut memperjuangkan aspirasi digital yang disampaikan Kominfotik Bengkulu. Ia menyebut persoalan pemerataan akses internet dan penguatan layanan informasi menjadi tanggung jawab bersama.

“Tadi sudah mendengarkan aspirasi dari teman-teman Kominfo, KPID, dan KIP. Tentunya ini menjadi PR kita bersama. Destita sebagai perwakilan Provinsi Bengkulu siap untuk kolaborasi dan berjuang untuk mewujudkan yang menjadi aspirasi dan harapan dari teman semua,” ujar Destita.

Ia memastikan berbagai kebutuhan yang disampaikan akan didorong bersama agar transformasi digital di Bengkulu dapat berjalan lebih cepat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Untuk kepentingan masyarakat Bengkulu, kita dorong sama-sama. InsyaAllah ini kita perjuangkan dan semoga dapat segera terealisasikan,” pungkasnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru