BENGKULUBAROMETER – Suasana upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Kantor Wali Kota Bengkulu, Rabu (20/05/2026), mendadak berubah tegang. Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, terlihat marah setelah mendapati sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berada di barisan upacara.
Upacara yang awalnya berlangsung tertib dan khidmat itu diikuti ratusan ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Di bawah cuaca panas, peserta tetap berdiri mengikuti jalannya upacara sambil mendengarkan amanat yang disampaikan.
Namun di tengah pelaksanaan kegiatan, Ronny mendapati beberapa ASN justru memilih duduk santai dan berteduh di bagian belakang lokasi upacara. Mereka tidak berada di barisan bersama peserta lain yang tetap mengikuti upacara dengan tertib.
Melihat kondisi tersebut, Ronny langsung memberikan teguran keras di hadapan peserta upacara.
“Suruh dulu berpanas-panasan, itu yang baru mau masuk barisan lagi, jangan diterima, suruh ke depan,” tegas Ronny dengan nada tinggi.
Teguran itu sontak membuat suasana lapangan upacara mendadak hening. ASN yang berada di belakang langsung diminta maju ke depan dan kembali bergabung bersama peserta lainnya.
Namun karena perintah tersebut dinilai tidak langsung diindahkan, Ronny kembali mengeluarkan instruksi tegas kepada petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi.
“Itu yang paling belakang, ditarik orangnya, bawa ke depan,” ujarnya dengan nada kesal.
Momen itu langsung menjadi perhatian peserta upacara. Sejumlah ASN tampak buru-buru memperbaiki posisi barisan dan kembali fokus mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Peristiwa tersebut juga memunculkan sorotan terkait kedisiplinan ASN dalam mengikuti agenda resmi pemerintahan. Apalagi upacara Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin dan tanggung jawab sebagai abdi negara.









