BENGKULUBAROMETER – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu mengamankan sekelompok remaja putri yang ditemukan berkumpul di kawasan Pantai Panjang pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga ketertiban umum sekaligus melindungi para remaja dari potensi risiko yang dapat mengancam keselamatan mereka.
Kasatpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengatakan penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas sekelompok remaja yang dianggap mencurigakan. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan pemantauan di lapangan.
Menurut Sahat, pengawasan telah dilakukan sejak para remaja tersebut berada di sebuah warung di Kelurahan Lempuing. Saat itu, petugas melihat adanya aktivitas yang menarik perhatian, termasuk terjadinya perselisihan di antara beberapa anggota kelompok.
“Kami mengikuti aktivitas mereka sejak berada di warung. Saat itu sempat terjadi perselisihan dan petugas terus memantau hingga mereka menuju Pantai Panjang,” ujar Sahat, Minggu (8/6/2026).
Petugas kemudian mengikuti pergerakan kelompok tersebut hingga tiba di kawasan Pantai Panjang. Saat dilakukan pemeriksaan, para remaja ditemukan berkumpul di lokasi yang minim penerangan pada malam hari.
Kondisi tersebut membuat petugas merasa perlu melakukan pendataan lebih lanjut. Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui sebagian anggota kelompok tidak saling mengenal satu sama lain meski berada dalam satu rombongan.
Temuan itu menjadi perhatian Satpol PP karena menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan sebenarnya dari pertemuan yang dilakukan pada malam hari tersebut. Untuk itu, petugas memutuskan membawa seluruh remaja yang terlibat guna dilakukan pendataan dan pembinaan.
Sahat menjelaskan, pihaknya juga menemukan adanya sosok yang cukup dominan di dalam kelompok tersebut. Karena itu, Satpol PP akan mendalami apakah terdapat pengaruh tertentu yang membuat sejumlah remaja lainnya mengikuti ajakan untuk berkumpul.
“Ada beberapa hal yang masih perlu didalami. Kami melihat ada anggota yang cukup mendominasi kelompok sehingga kami perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang melatarbelakangi pertemuan mereka,” katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan Satpol PP bukan semata-mata penindakan, melainkan bagian dari upaya pencegahan agar para remaja tidak terjerumus dalam aktivitas yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Seluruh remaja yang diamankan selanjutnya akan menjalani proses pendataan dan pembinaan. Satpol PP juga berencana memanggil orang tua atau wali masing-masing untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap terkait aktivitas anak-anak mereka.
Melalui pemanggilan tersebut, petugas berharap dapat mengetahui latar belakang pertemuan para remaja itu sekaligus memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman. Pendekatan kepada keluarga dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Selain itu, Satpol PP akan mendalami kemungkinan adanya faktor pergaulan maupun pengaruh lingkungan yang melatarbelakangi aktivitas para remaja tersebut. Pendalaman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak muncul dampak negatif yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Sahat juga mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada petugas. Menurutnya, keterlibatan warga sangat membantu pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mengawasi aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan pengawasan. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian warga terhadap lingkungan masih sangat tinggi,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah terus terjalin dengan baik demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, pengawasan bersama menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam perkembangan remaja.









