Jelang Ramadhan 1447 H, Satgas Pangan Polda Bengkulu Turun Tangan Cegah Lonjakan Harga

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satgas Pangan Polda Bengkulu bergerak cepat. Tim gabungan turun langsung ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan stok aman.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Seperti diketahui, permintaan masyarakat terhadap bahan pokok biasanya meningkat tajam. Kondisi itu kerap dimanfaatkan oknum pedagang untuk menaikkan harga.

Dirreskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Aris Tri Yunarko melalui Kasubdit Indagsi AKBP Herman Sopian mengatakan, pengawasan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas pangan.

“Kami melakukan pengecekan stok Bulog dan memberi imbauan kepada pedagang agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi maupun Harga Acuan Penjualan,” ujar Herman, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga :  Polemik SDIT Rabbani, Tiga Guru Ungkap Pengembalian Uang hingga Rp18,9 Juta

Ia menegaskan, pengawasan dilakukan menyeluruh mulai dari distributor, agen, hingga pedagang eceran. Tujuannya agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga.

Dari hasil pemantauan, sejumlah harga bahan pokok memang mengalami kenaikan. Cabai merah keriting saat ini dijual di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram.

Harga daging ayam juga naik menjadi Rp 44 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu. Sementara daging sapi berada di kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 6,8 Miliar, Latifah Mantan Admin Keuangan Diadili

Menurut Herman, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar karena dipicu meningkatnya permintaan. Namun, pihaknya akan terus mengawasi agar tidak terjadi lonjakan ekstrem.

“Kami tidak ingin masyarakat terbebani. Kalau ada pedagang yang bermain harga di luar ketentuan, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, tim Satgas Pangan turut didampingi Pj Sekda Provinsi Bengkulu, Kominda, Bank Indonesia, Bulog, serta dinas terkait. Kolaborasi ini dilakukan agar pengawasan berjalan efektif.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB