BENGKULUBAROMETER – Riuh tabuhan dol menggema di kawasan Sport Center Pantai Panjang, Selasa (16/6/2026) malam, menandai dibukanya secara resmi Festival Tabut 2026. Mengusung tema “Semarak Muharam Bengkulu”, festival budaya terbesar di Provinsi Bengkulu itu akan berlangsung hingga 26 Juni mendatang dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya, hiburan, dan pameran UMKM.
Ribuan masyarakat memadati lokasi pembukaan untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya yang menjadi ciri khas Bengkulu. Selain prosesi adat Tabut yang telah diwariskan secara turun-temurun, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan musik dol, tari tradisional, bazar kuliner, pameran ekonomi kreatif, hingga hiburan rakyat.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, Festival Tabut harus dimaknai lebih dari sekadar agenda budaya tahunan. Menurutnya, festival ini menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Festival Tabut bukan hanya menampilkan budaya dan adat kita, tetapi ini juga dalam rangka berkontribusi untuk memastikan bahwa UMKM tetap eksis dan tumbuh di Provinsi Bengkulu,” ujar Helmi.
Di hadapan masyarakat, Helmi juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Salah satunya percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi program prioritas pemerintah.
Pada tahun pertama kepemimpinannya, Pemprov Bengkulu mengalokasikan anggaran Rp625 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan provinsi. Tahun ini, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah kembali menganggarkan sekitar Rp400 miliar untuk melanjutkan program tersebut.
“Kerusakan jalan puluhan tahun tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun. Namun kami bersama DPRD berkomitmen menyelesaikan seluruh jalan provinsi dalam empat tahun,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Helmi juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan anak-anak yatim melalui program orang tua asuh. Ia menilai anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga perhatian dan motivasi agar mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Di sektor kesehatan, Pemprov Bengkulu telah menyelesaikan revitalisasi Gedung Fatmawati di RS M. Yunus yang kini kembali melayani masyarakat, termasuk ruang poli dan layanan jantung. Sementara di bidang pelayanan publik, sekitar 130 unit ambulans gratis telah disalurkan ke desa-desa di seluruh Bengkulu.
Dalam kesempatan itu, Helmi juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Provinsi Bengkulu dari Menteri Dalam Negeri sebagai daerah terbaik di Klaster Sumatera dalam pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, dan inovasi keuangan daerah. Penghargaan tersebut disertai dana insentif sebesar Rp6 miliar.
Dana tersebut, lanjut Helmi, akan digunakan untuk melahirkan program baru bertajuk Semarak Merah Putih, sebuah festival yang akan digelar di 12 kabupaten dan kota guna menggerakkan ekonomi masyarakat melalui budaya, UMKM, dan hiburan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar mengatakan Festival Tabut merupakan milik seluruh masyarakat Bengkulu dan menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia.
Ia menambahkan, masuknya Festival Tabut 2026 ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata menjadi bukti bahwa tradisi Tabut memiliki nilai budaya yang tinggi dan layak menjadi daya tarik wisata nasional.
“Harapannya, semakin banyak wisatawan datang ke Bengkulu sehingga budaya kita semakin dikenal dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tutup Murlin.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









