BENGKULUBAROMETER – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Bengkulu mulai ramai didatangi masyarakat. Salah satu lokasi penjualan yang mulai dipadati calon pembeli berada di Habib Farm kawasan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu.
Di tempat ini, warga mulai berburu sapi dan kambing kurban untuk persiapan Iduladha. Namun berbeda dibanding tahun sebelumnya, harga hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan cukup terasa.
Pemilik Habib Farm, Dena, mengakui harga sapi kurban tahun ini memang lebih mahal dibandingkan tahun lalu. Kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari biaya pemeliharaan, pakan ternak, hingga harga pembelian sapi dari peternak.
Menurut Dena, saat ini harga sapi kurban dijual mulai Rp13 juta hingga Rp25 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis sapi yang dipilih pembeli.
“Memang tahun ini harga sapi naik dibanding sebelumnya. Harga tergantung ukuran dan jenis sapi,” ujar Dena, Jumat (15/05/2026).
Habib Farm sendiri menyediakan berbagai jenis sapi kurban seperti sapi Bali, Limusin, hingga Brangus. Ketiga jenis sapi tersebut menjadi pilihan favorit masyarakat karena ukuran dan kualitas dagingnya dinilai cukup baik untuk kebutuhan kurban.
Meski harga mengalami kenaikan, minat masyarakat membeli hewan kurban masih cukup tinggi. Hingga pertengahan Mei 2026, sekitar 25 ekor sapi sudah dipesan warga untuk kebutuhan Iduladha.
“Sekarang sudah ada sekitar 25 orang yang pesan sapi,” katanya.
Dena menjelaskan, total sapi yang disiapkan tahun ini mencapai 32 ekor. Sebagian sapi berasal dari peternakan sendiri, sedangkan sebagian lainnya didatangkan dari peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Ia mengatakan, sistem pemeliharaan sapi dilakukan sejak masih anakan hingga siap dijual sebagai hewan kurban. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatan dan berat badan sapi.
“Ada yang dari peternak lain, ada juga yang dari anakan sapi yang kami pelihara sendiri,” jelasnya.
Selain sapi, Habib Farm juga menjual kambing kurban. Tahun ini tersedia lima ekor kambing dengan harga berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per ekor.
Menariknya, seluruh kambing yang tersedia sudah habis dipesan pembeli lebih awal. Hal itu menunjukkan minat masyarakat terhadap hewan kurban masih cukup tinggi meski kondisi ekonomi sedang tidak menentu.
“Kambing lima ekor semuanya sudah diorder,” tambah Dena.
Menurutnya, peningkatan aktivitas penjualan hewan kurban mulai terasa sejak satu pekan setelah Hari Raya Idulfitri. Banyak warga mulai datang melihat kondisi sapi sambil memesan lebih awal agar mendapatkan ukuran hewan sesuai keinginan.
Meski begitu, jumlah penjualan tahun ini sedikit mengalami penurunan dibanding Iduladha tahun lalu. Jika tahun sebelumnya Habib Farm mampu menjual sekitar 35 ekor sapi, tahun ini angka penjualan baru mencapai sekitar 29 ekor hewan kurban.
“Kalau tahun lalu sekitar 35 ekor terjual. Tahun ini baru sekitar 29,” terangnya.
Dena menilai kenaikan harga sapi kemungkinan menjadi salah satu penyebab masyarakat lebih selektif membeli hewan kurban tahun ini. Sebagian warga bahkan memilih memesan lebih awal agar bisa menyesuaikan anggaran yang dimiliki.
Selain melayani pembeli dari Kota Bengkulu, Habib Farm juga menerima pesanan dari luar daerah. Bahkan pengiriman hewan kurban pernah dilakukan hingga wilayah Kepahiang dan Seberang Musi.
“Pernah kami antar sampai Kepahiang dan Seberang Musi,” ujarnya.
Untuk proses pengiriman, biasanya hewan kurban mulai diantar sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Sementara untuk wilayah yang dekat dari peternakan, pengiriman dilakukan pada pagi hari sebelum Salat Id dimulai.
“H-1 biasanya mulai kami antar. Kalau dekat, habis Subuh sudah sampai sebelum salat Id,” tutupnya.
Kenaikan harga hewan kurban tahun ini diperkirakan masih akan terjadi hingga mendekati Iduladha. Meski demikian, para pedagang tetap optimistis penjualan akan terus meningkat seiring semakin dekatnya hari raya kurban.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









