BENGKULUBAROMETER – PT Pelindo Regional 2 Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur Pelabuhan Pulau Baai melalui program pendalaman alur pelayaran. Setelah tahap pertama pengerukan selesai sesuai jadwal, Pelindo Bengkulu kini memasuki persiapan tahap lanjutan dengan target kedalaman mencapai Minus 12 Meter Mean Low Water Spring (MLWS).
General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., M.Sc., mengatakan seluruh proses desain teknis untuk pengerukan lanjutan telah selesai. Saat ini, tim Pelindo Bengkulu bersama Pelindo Pusat tengah mempersiapkan tahapan administrasi dan proses lelang sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Desain pekerjaan pengerukan menuju kedalaman minus 12 meter sudah selesai. Saat ini kami bersama Pelindo Pusat sedang menyelesaikan tahapan administrasi sebagai persiapan proses lelang. Ini merupakan kelanjutan dari program yang telah direncanakan,” ujar Dimas.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi lanjutan dari Instruksi Presiden (Inpres) tahap kedua. Sementara pada tahap pertama, pekerjaan telah diselesaikan tepat waktu dengan hasil pendalaman alur mencapai Minus 6,5 Meter Mean Low Water Spring (-6,5 mLWS).
Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk melanjutkan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai agar mampu melayani kapal dengan ukuran lebih besar, meningkatkan efisiensi bongkar muat, sekaligus memperkuat konektivitas logistik Bengkulu.
Pelindo optimistis pendalaman alur hingga minus 12 meter akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan alur pelayaran yang lebih dalam, aktivitas ekspor-impor maupun distribusi barang diperkirakan semakin lancar dan biaya logistik dapat ditekan.
Dalam pelaksanaannya, PT Pelindo juga mengusulkan penyesuaian target waktu penyelesaian pekerjaan kepada pemerintah. Perusahaan mengusulkan agar proses pengerukan alur pelabuhan diperpanjang hingga tahun 2027 sehingga target kedalaman dapat dicapai secara optimal sesuai kondisi teknis di lapangan.
Dimas menjelaskan, usulan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan seluruh tahapan dapat dilaksanakan sesuai standar teknis serta ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin pekerjaan ini selesai dengan hasil yang maksimal. Karena itu, kami mengusulkan penyesuaian target waktu hingga 2027 agar seluruh proses dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Pelabuhan Pulau Baai maupun perekonomian Bengkulu,” katanya.









