BENGKULUBAROMETER — Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) 2026, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Provinsi Bengkulu menggelar berbagai kegiatan dengan mengangkat tema “Kesadaran Masyarakat Hak Asasi Manusia untuk Tuli!”, Minggu (27/9/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi deklarasi komitmen, jalan santai, donor darah, serta pembagian Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada masyarakat Tuli.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bengkulu Kombes Pol. Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bengkulu Sehmi Alnur, serta Kapolsek Ratu Agung Kota Bengkulu AKP Ayu Sekar Sari Kuraisin, S.Tr.K., S.I.K., M.H.
Ketua Panitia Pelaksana HBII 2026, Nurul Fadhilah Mailani, S.Pd., mengatakan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bahasa isyarat sekaligus pemenuhan hak-hak masyarakat Tuli.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Bahasa Isyarat Indonesia atau BISINDO, memahami kehidupan teman Tuli, serta membangun komunikasi yang lebih inklusif dan setara,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang diangkat pada HBII 2026 menjadi pengingat bahwa masyarakat Tuli memiliki hak yang sama dalam memperoleh komunikasi, informasi, pelayanan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan HBII 2026 tersebut merupakan salah satu program kerja DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan berkolaborasi dengan BARBEL yang turut membantu dalam persiapan kegiatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu.
“Dalam rangka memperingati bahasa isyarat, kita sangat mendukung kawan-kawan masyarakat Tuli ini. Acara yang diselenggarakan oleh DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu ini sangat penting untuk kita dukung,” tutur Zulhendri.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengembangan dan pengenalan bahasa isyarat melalui lembaga terkait.
“Kita akan support untuk nanti ke Balai Bahasa di Bengkulu. Insyaallah acara yang kita laksanakan ini berjalan dengan sukses dan selalu diridai oleh Allah SWT,” tutup Zulhendri.
Deklarasi Komitmen Masyarakat Tuli
Dalam rangkaian peringatan HBII 2026, masyarakat Tuli juga menyampaikan deklarasi yang berisi sejumlah komitmen untuk memperjuangkan pemenuhan hak asasi manusia dan kesetaraan.
Adapun isi deklarasi tersebut antara lain:
1. Memperjuangkan dan mengawal kebijakan yang menjamin hak asasi manusia bagi Teman Tuli.
2. Tidak hanya menunggu kebijakan pemerintah, tetapi mendorong Teman Tuli untuk aktif berdiskusi, bergerak, dan melakukan advokasi demi memperjuangkan kehidupan yang bermartabat tanpa bergantung pada rasa kasihan dari masyarakat dengar.
3. Mendorong akses yang adil dan setara agar warga Tuli tidak tertinggal informasi publik, termasuk dalam bidang pendidikan, pekerjaan dan kuota kerja, pelayanan publik, komunikasi, serta berbagai aspek kehidupan lainnya.
4. Mewujudkan kehidupan yang aman, adil, dan setara bagi seluruh warga Tuli, dengan bahasa isyarat sebagai salah satu sarana utama komunikasi, serta memperoleh hak yang sama sebagai manusia tanpa diskriminasi.
Melalui peringatan HBII 2026, DPD GERKATIN Provinsi Bengkulu berharap kesadaran masyarakat terhadap keberadaan, kebutuhan, dan hak-hak masyarakat Tuli semakin meningkat. Peringatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi yang inklusif serta mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang setara bagi semua.









