Aktivis dan Pelajar Bentangkan Spanduk Tolak Tambang “Pulihkan Pondok Kelapa”

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Puluhan aktivis lingkungan bersama pelajar dan mahasiswa menggelar aksi simbolik dengan membentangkan spanduk besar bertuliskan “Pulihkan Pondok Kelapa, Bengkulu Menolak Tenggelam”, Senin 26 Januari 2026. Aksi itu dilakukan di jembatan pertemuan muara Sungai Lemau dengan laut, Desa Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Spanduk berukuran besar tersebut menjadi simbol perlawanan warga dan aktivis terhadap ancaman abrasi yang semakin parah. Lokasi pembentangan spanduk dipilih karena berada tepat di titik pertemuan sungai dan laut yang kini mengalami pengikisan daratan paling cepat.

Koordinator aksi dari Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lambannya respons negara dalam menangani abrasi di wilayah pesisir Bengkulu, khususnya Desa Pondok Kelapa.

“Aksi ini adalah pesan keras kepada pemerintah bahwa Pondok Kelapa sedang berada di kondisi kritis. Abrasi terus terjadi, tetapi belum ada langkah nyata yang bisa menyelamatkan warga,” kata Dodi saat dihubungi melalui telepon.

Baca Juga :  Panitia Hari Natal Oikumene Silaturahmi ke MUI Provinsi Bengkulu

Menurut Dodi, berdasarkan kajian lingkungan, Desa Pondok Kelapa terancam tenggelam dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun ke depan. Penyebabnya adalah abrasi pantai yang semakin masif serta kenaikan permukaan air laut akibat krisis iklim global.

Jika tidak ada penanganan serius, ratusan kepala keluarga akan kehilangan tempat tinggal. Tidak hanya rumah warga, lahan pertanian, sekolah, masjid, serta fasilitas umum lainnya juga terancam hilang ditelan laut.

Walhi Bengkulu menilai bahwa persoalan abrasi bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Banyak nelayan kehilangan tempat sandar perahu, sementara petani kehilangan kebun dan sumber penghasilan.

Dalam aksinya, Walhi mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk melibatkan masyarakat terdampak dalam proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025–2030 yang saat ini sedang berlangsung.

“Warga yang terkena dampak abrasi harus dilibatkan. Mereka tahu kondisi lapangan. Jangan hanya menyusun RTRW dari atas meja,” tegas Dodi.

Baca Juga :  Rumah tipe 100 Siap Huni di Hibrida 10, Bernuansa Modern Dengan Harga Terjangkau

Ia juga menekankan pentingnya penerapan RTRW berbasis perubahan iklim sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian ATR/BPN. Dengan pendekatan itu, wilayah pesisir yang rawan bencana bisa menjadi prioritas perlindungan dalam pembangunan.

Walhi juga mengkritisi abrasi yang melanda sepanjang 525 kilometer pesisir Bengkulu, mulai dari Kabupaten Kaur hingga Mukomuko. Dampaknya sudah terlihat jelas di banyak wilayah.

“Rumah warga rusak, perahu nelayan hancur, dan fasilitas umum tidak bisa digunakan lagi. Ini bukan ancaman masa depan, tapi sudah terjadi sekarang,” ujar Dodi.

Aksi bentang spanduk ini berlangsung damai dan mendapat perhatian warga sekitar. Para pelajar dan mahasiswa yang ikut serta menyatakan bahwa mereka ingin masa depan Bengkulu tidak tenggelam oleh krisis iklim dan kebijakan yang lamban.

Walhi berharap aksi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata sebelum Pondok Kelapa benar-benar hilang dari Peta.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah
Pelindo Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri Pulau Baai, Bengkulu Bidik Lonjakan Investasi
Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini
Menhan RI Rencanakan 10 Batalyon di Bengkulu, Perkuat Pertahanan Daerah
Jangan Pecat PPPK, DPRD Sarankan Geser Belanja Penghasilan Pegawai ke Belanja Barang dan Jasa
Gubernur Helmi Hasan Larang Bupati dan Walikota PHK PPPK, Tegaskan Daerah Harus Lindungi Tenaga PPPK
Investor Masuk Pulau Baai, Sinyal Kebangkitan Kawasan Industri Mulai Terlihat
Pemprov Reshuffle 54 Pejabat, Ini Daftar Lengkap dan Pesan di Baliknya
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:18 WIB

Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah

Kamis, 2 April 2026 - 19:24 WIB

Pelindo Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri Pulau Baai, Bengkulu Bidik Lonjakan Investasi

Kamis, 2 April 2026 - 18:18 WIB

Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini

Rabu, 1 April 2026 - 18:46 WIB

Menhan RI Rencanakan 10 Batalyon di Bengkulu, Perkuat Pertahanan Daerah

Rabu, 1 April 2026 - 16:57 WIB

Jangan Pecat PPPK, DPRD Sarankan Geser Belanja Penghasilan Pegawai ke Belanja Barang dan Jasa

Berita Terbaru

Bengkulu

Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini

Kamis, 2 Apr 2026 - 18:18 WIB